PANTAI PANGANDARAN

WISATA PANTAI PANGANDARAN

Pantai Pangandaran merupakan salah satu pantai di Jawa Barat yang terkenal karena keindahan dari pemandangan yang diberikan, tidak sedikit wisatawan yang datang ke pantai ini selama musim liburan.

Pantai yang terletak di Kabupaten Pangandaran yang merupakan pemekaran dari kabupaten Ciamis dan terletak di sebelah tenggara Jawa Barat, tepatnya ada di desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Provinsi Jawa Barat.

Tidak kalah dengan Pantai Gunung Kidul yang ada di Yogyakarta, pemandangan yang diberikan sangatlah memukau mata saat pertama kali datang ke tempat ini, deburan ombak yang memukau dan keindahan kapal nelayan saat mulai sore hari.

Banyak warga sekitar yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan, mereka mencari ikan di dekat Pantai Pangandaran yang tentunya menambah kesan keindahan tersendiri bagi pantai tersebut, jaring-jaring dari nelayan mulai bertebaran dihiasi warna yang unik dan elok jika dilihat dari kejauhan.

Di pantai ini anda juga dapat menikmati bersepeda yang sudah disewakan disekitar tempat tersebut sambil menikmati angin laut yang segar, ada juga jasa untuk naik ke perahu pesiar, memancing, parasailing hingga bermain jetski, sungguh akan membuat anda seperti berada di luar negeri.

Uniknya lagi banyak penginapan yang disediakan di sekitar rumah warga yang tentunya dekat dengan bibir pantai, penginapan yang terlihat sederhana namun memiliki bangunan yang modern dan tentunya disuguhkan dengan keindahan pantai nan eksotik. Anda juga akan diantar oleh becak-becak khas Pangandaran yang akan mengantar anda dari penginapan hingga menuju ke beberapa tempat di pantai ini.

Untuk tiket masuk Pantai Pangandaran terutama dari dinas pemerintah setempat dikenakan biaya tarif sebagai berikut

  • Pejalan kaki orang Rp3.000,00
  • Sepeda motor Rp 7.000,00
  • Jeep atau sedan Rp 28.000,00
  • Mobil Carry Rp 35.000,00
  • Kendaraan kapasitas besar Rp 40.700,00
  • Bus mini Rp 80.000,00
  • Bus sedang Rp 104.000,00
  • Bus Besar Rp 169.000,00

Harga di atas adalah harga yang terbaru, mungkin sewaktu-waktu ada perubahan tanpa ada pemberitahuan lebih lanjut.

Setiap tempat wisata khususnya pantai pasti memiliki spot-spot atau tempat untuk melihat pemandangan paling bagus dari tempat tersebut, untuk wisata Pangandaran sendiri memiliki 3 spot yang banyak dikunjungi oleh wisatawan yaitu Pantai Panannung, Pantai timur, dan tempat belanja Souvenir.

PASAR TRADISIONAL KLEWER SOLO

WISATA PASAR TRADISIONAL KLEWER SOLO

Solo sebagai Kota Budaya, punya banyak keistimewaan. Bukan hanya menjanjikan surga bagi pecinta kuliner, tapi Solo juga menjanjikan surga bagi para wisatawan yang hobi berbelanja. Salah satu lokasi yang banyak dikunjungi wisatawan saat singgah di Solo, adalah Pasar Klewer. Letaknya bersebelahan dengan Keraton Surakarta, merupakan pusat perbelanjaan kain batik, yang sering menjadi rujukan para pedagang dari Yogyakarta, Surabaya, Semarang, dan kota-kota lain di Pulau Jawa.

Sebagai pusat perekonomian yang sekaligus menjadi tujuan wisata, tentu Pasar Klewer menyediakan berbagai macam barang. Mulai dari berbagai macam jenis kain, pakaian untuk anak-anak hingga dewasa, dan beragam jenis kain batik, mulai batik tulis Solo, batik cap, batik antik keraton, dan batik putri Solo. Selain itu, ada juga berbagai jenis batik dari Yogyakarta, Pekalongan, Banyumas, Madura, Betawi dan kota-kota lainnya.

Selain terkenal sebagai pusat batik, Pasar Klewer juga menyediakan bermacam pernak-pernik kerajinan khas masyarakat Solo yang berkualitas ekspor, seperti cermin kayu ukir dan berbagai cenderamata berbahan dasar kaca lho. Pasar yang menjadi ikon Kota Solo ini, pernah mengalami kebakaran hebat pada 27 Desember 2014 malam. Sebagai tindak lanjutnya, pemerintah kota membangun pasar sementara di kawasan Alun-alun Utara Keraton, serta sebagian Pagelaran Keraton.

Dan kini, Pasar Klewer sudah punya wajah baru. Pasar Klewer sudah bersiap kembali menjadi pusat tekstil terbesar di Jawa Tengah. Gedung baru Pasar Klewer ini, telah diresmikan langsung oleh Joko Widodo, Presiden RI, pada 21 April 2017, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Satu hal yang tidak boleh Anda lewatkan ketika berkunjung ke Pasar Klewer, menikmati kelezatan tengkleng. Tengkleng adalah makanan khas Solo sejenis sup dengan bahan utama daging, jeroan atau tulang kambing. Bentuknya hampir mirip dengan gulai kambing, hanya saja kuahnya lebih encer.

Salah satu masakan tengkleng yang paling terkenal di Solo adalah Tengkleng Bu Edi, lokasinya berada di Gapura Pasar Klewer. Warung makan ini buka mulai jam 12.00 – 16.00 WIB. Jadi buat Anda yang berencana berkunjung ke Solo saat lebaran nanti, jangan lupa mampir Pasar Klewer untuk berbelanja batik dan menikmati lezatnya tengkleng Solo.

PUNCAK DIPOWONO

WISATA PUNCAK DIPOWONO/CANTING MAS

Puncak dipowono, Sebuah wiasata alam berbasis pegunungan yang baru beberapa saat lalu di resmikan oleh bupati kulon progo mulai ramai di kunjungi wisatawan. Rupanya Kabupaten kulonprogo sedang serius untuk memperkenalkjan potensi alam yang berada di kulonprogo

Jika dilihat sekilas, wisata alam bukit canting mas, puncak dipowono ini hampir mirip dengan puncak kalibiru.Selain berada di satu wilayah kelurahan yang sama, Kedua wisata alam itu mengandalkan latar belakang waduk sermo.

Untuk mendukung potensi wisata alam puncak dipowono tersebut, Kelompok Hutan Kemasyarakatan Sido Akur bekerja sama dengan warga setempat sebagai pengelola desa wisata puncak dipowono, kedepan mempunyai rencana melengkapi fasilitas puncak dipowono dengan berbagai wahana seperti yang ada di objek wisata alamKalibiru, seperti flying fox dan semacam tempat outbond.

Puncak dipowono berada di sebuah dusun diatas perbukitan menoreh yaitu dusun clapar 2, termasuk dalam wilayah desa hargowilis, kecamatan kokap, kabupaten kulonprogo, yogyakarta. Puncak dipowono sendiri berada di ketinggian kurang lebih 700 mdpl, dengan titik koordinat -7.799574, 110.127980.

Rute menuju puncak dipowono pun terbilang sangat mudah. Dari kota joga bisa langsung menuju kekota wates melewati jalan jogja-wates. sampai di patung kuda kota wates, ambil arah kanan menuju alun-alun wates. Perjalanan di lanjutkan menuju waduk sermo.

Ikuti jalur di pinggir waduk sermo. Sampai bertemu papan nama menuju ke wisata alam kalibiru, Ikuti saja. Sampai di pertigaan paling atas. nanti akan terdapat 2 papan nama. kalau ke kanan ke arah wisata alam kalibiru, jika ambil arah kiri menuju ke bukit canting mas, puncak dipowono.

Secara umum jalan menuju ke puncak dipowono sudah beraspal, hanya saja ketika hampir sampai di tempat wisata jalan masih tanah dan jalan tersebut memang sebuah jalan baru yang di buat oleh warga sekitar. ketika piknikasik terakhir kesana sudah tersedia sarana dan prasarana yang memadai, seperti toilet dan mushola ataupun tempat istirahat.

Untuk sekedar menghilangkan lapar dan dahaga, disana sudah ada beberapa penjual makanan ringan. Di puncak dipowono ada seorang penjual es dawet, direkomendasikan untuk mencoba es dawetnya, seger banget. Walaupun di puncak dipowono sarana tempat sampah masih terbatasm, tapi diharapkan jangan buang sampah sembarangan ya.

Untuk lebih menarik wisatawan , Puncak Dipowono sudah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang cukup menarik antara lain tempat parkir kendaraan yang aman dan luas ,sebuah gazebo, rumah pohon untuk foto-foto, dan bahkan wifi dan internet gratis.

Diharapkan dengan penambahan fasilitas dipuncak dipowono pengunjung tidak hanya menikmati pesona puncak dipowono saja, namun pengunjung diharapkan dapat membantu untuk mepromosikan kepada sahabat dan saudara keindahan alam puncak dipowono.

Dengan hadirnya puncak dipowono,Maka semakin lengkap wisata alam yang berada di kabupaten kulon progo. bagi pengujung yang suka denga camping, pengelola wisata puncak dipowono mempersilahkan untuk camping, hanya saja sebelum camping harus meminta izin terlebih dahulu.

PANTAI SIUNG

WISATA PANTAI SIUNG

Yogyakarta kerap dikenal sebagai kota yang kental akan wisata budaya dan sejarah. Sebut saja Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton, dan Taman Sari yang tak pernah sepi pengunjung. Padahal, Kota Gudeg juga memiliki beberapa pantai tersembunyi yang belum banyak diketahui wisatawan. Pantai-pantai tersebut menyuguhkan pemandangan khas yang indah dan eksotis.

Salah satunya adalah Pantai Siung di kawasan Gunungkidul. Pantai ini begitu spesial karena lanskapnya yang dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi. Karena keunikan itulah, pemerintah Jogja meresmikan Pantai Siung sebagai lokasi panjat tebing. Bagaimana bisa? Yuk, simak informasi selengkapnya!

Pantai Siung berada di Dusun Wates, Desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul. Dari pusat Kota Jogja, kamu perlu menempuh jarak sekitar 77 km atau sekitar 2 – 3 jam perjalanan.

Karena lokasinya cukup terpencil, banyak wisatawan memilih kendaraan pribadi untuk menuju Pantai Siung. Jalur yang harus dilalui pun cukup sulit, yakni terdiri dari tanjakan, jalan berkelok, hingga ruas jalan yang menyempit. Oleh sebab itu, pastikan kendaraanmu dalam kondisi prima sebelum berangkat ke pantai ini.

Hanya ada satu rute yang bisa kamu tempuh dari pusat Kota Jogja menuju Pantai Siung, yakni melalui Kabupaten Wonosari. Setelah menempuh 9 km perjalanan, kamu akan menemukan pertigaan dengan petunjuk arah. Pilihlah jalur Pantai Siung melalui Bintaos dan Tepus. Sesampainya di pertigaan Winangun, belok kanan untuk sampai tujuan.

Bagi yang berangkat dari Klaten, kamu bisa memilih rute Semanu – Giripanggung, lalu melanjutkan perjalanan melalui Klayu, Gude, hingga Winangun. Ada pula jalur lain dari Giripanggung menuju selatan, yakni melalui Cuelo hingga Winangun.

Jika memulai perjalanan dari Solo, kamu bisa menuju kawasan Praci ke arah Baran. Setelah itu, kamu bisa ke arah selatan menuju Nglindur dan belok kanan di pertigaan sebelum Pasar Ngrancah. Lalu, lanjutkan perjalanan hingga bertemu Pasar Jepitu dan pertigaan Winangun. Dari sana, ambil kiri untuk sampai di Pantai Siung.

Perjalanan menuju pantai ini memang cukup menantang. Namun, rasa lelah sepanjang perjalanan akan terbayar dengan pesona yang ditawarkan Pantai Siung. Ini dia beberapa daya tarik Pantai Siung yang dapat kamu nikmati!

Selama di Pantai Siung, kamu akan melihat banyak batu karang raksasa tersebar di sebelah barat dan timur pantai. Selain menjadi ciri khas Pantai Siung, keberadaan batu karang ternyata membawa makna bagi asal-usul nama pantai ini.

Menurut tokoh setempat, Wastoyo, bentuk batu karang raksasa tersebut menyerupai gigi kera atau siung wanara. Karena itulah, pantai disebut dengan Pantai Siung. Tak hanya itu, jika beruntung kamu bisa menemukan beberapa kera ekor panjang di sekitar pantai. Keberadaan kera-kera tersebut memang semakin langka. Mereka hanya akan muncul saat suasana sepi ataupun malam hari.

Batu karang raksasa tersebut juga menjadi saksi kejayaan Pantai Siung di masa lalu. “Saat era Walisongo masih berjaya di Jogja, Pantai Siung sempat menjadi salah satu pusat perdagangan di wilayah Gunungkidul,” ungkap Wastoyo.

Saat itu, sebagian besar warga Siung berprofesi sebagai petani garam. Mereka mengandalkan air laut dan kekayaan garam sebagai sumber penghidupan. Garam pun menjadi barang dagang utama di Pasar Winangun yang berlokasi di dekat pantai.

Kondisi perdagangan di Pantai Siung mulai sepi ketika Pasar Winangun dipindahkan ke Kota Jogja. Saat ini, pasar lebih dikenal dengan nama Pasar Jowinangun yang merupakan singkatan dari Jobo Winangun atau yang berarti di luar wilayah Winangun.

Meski tak lagi menjadi pusat perdagangan di Gunungkidul, eksotisme Pantai Siung tetap menjadi daya tarik wisatawan. Keberadaan batuan karang raksasa pun memberi nilai tambah pantai, terlebih saat batuan karang terhantam oleh ombak besar. Pesona tersebut tentu dapat menjadi objek foto yang amat menarik.

PANTAI KLAYAR

PANTAI KLAYAR INDONESIA

Pantai Klayar adalah sebuah pantai yang berada di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pacitan merupakan tanah kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pantai Klayar yang masih jarang diketahui masyarakat luas menawarkan lingkungan yang asri karena belum banyak diganggu manusia. Bahkan tempat ini pun belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah untuk pengembangan tempat wisata, sehingga kondisi alam Pantai ini masih asli.

Pantai Klayar menawarkan pesona alam yang tiada duanya dengan kombinasi pasir putih yang lembut, ombak yang jernih, karang raksasa yang indah, air mancur alami, karang bolong, air terjun, dan seruling lautnya. Karena pesona alam yang tiada duanya tersebut, banyak orang yang berkata bahwa pantai ini lebih bagus dari pada Pantai Parangtritis yang merupakan pantai paling terkenal di Yogyakarta.

Karena belum diketahui secara luas, Pantai Klayar relatif sepi pengunjung. Apabila anda datang pada hari biasa, kemungkinan besar anda akan melihat lebih banyak nelayan dari pada turis. Pantai ini hanya ramai dipadati turis pada saat musim liburan atau akhir pekan saja, paling ramai pada saat musim Lebaran.

Selain berjalan di tepi pantai, anda juga dapat menaiki bukit di sisi barat Pantai Klayar, dan kemudian menikmati keindahan panorama lautan luas, dan panorama sekitar Pantai Klayar. Di sisi timur, anda dapat menemukan air mancur alami yang berasal dari lubang di batu karang yang terhempas ombak kuat laut selatan.

Air mancur alami ini dapat mencapai ketinggian lebih dari 10 meter, tergantung dari kuatnya ombak yang menghempas karang. Selain itu, air mancur ini juga mengeluarkan suara unik yang mirip dengan siulan sehingga disebut seruling laut. Masyarakat setempat juga percaya bahwa air yang dikeluarkan batu karang tersebut dapat membuat kita awet muda.

Menurut saya, Pantai Klayar ini kurang cocok untuk berenang karena ombaknya yang besar, namun pantai ini sangat cocok untuk dinikmati suasana dan pemandangannya. Bagi anda yang suka berfoto-foto, pantai ini sangat sempurna untuk anda karena banyak sekali spot-spot indah untuk difoto. Untuk mendapatkan foto yang bagus pun tidak sulit karena pantai ini tergolong sepi. Pecinta selancar juga akan menyukai pantai ini karena ombaknya yang besar.

Untuk mencapai Pantai Klayar, anda harus menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan karena saat ini belum ada kendaraan umum yang melintas secara rutin. Perlu diingat bahwa jalan menuju Pantai Klayar banyak yang sempit, berlubang, dan dalam kondisi kurang baik, anda harus berhati-hati ketika menempuh perjalanan supaya sampai dengan selamat. Selain itu anda juga akan melewati jalan yang naik turun dan berliku-liku di pinggir tebing, sangat disarankan untuk tidak memacu kendaraan dengan cepat karena berbahaya. Bus besar juga dipastikan tidak dapat melewati tikungan-tikungan tajam di sini.

Jarak tempuh dari Yogyakarta adalah sekitar 110 KM dan akan memakan waktu sekitar 3 jam dengan rute Yogyakarta-Wonosari-Wonogiri-Pacitan, sedangkan dari kota Pacitan jaraknya adalah sektiar 40 KM, atau sekitar 1 jam perjalanan.

Secara geografi, sebagian besar wilayah Pacitan merupakan pegunungan kapur, sehingga kurang cocok untuk menanam padi. Oleh karena itu bila anda tidak melihat padi di sepanjang jalan menuju Pantai Klayar, anda tidak perlu heran. Biasanya masyarakat Pacitan lebih menyukai menanam singkong karena kondisi ini.