Pantai Nihiwatu

Wilayah Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata menyimpan Pantai yang masuk kedalam 100 pantai terbaik di dunia, pantai ini bernama Pantai Nihiwatu.

Pantai Nihiwatu yang berada di wilayah Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini merupakan salah satu tujuan para surfer atau peselancar kelas dunia untuk mencoba keganasan ombak pantai tersebut. Bahkan para peselancar menjuluki pantai ini dengan sebutan God’s Left. Berada 30 kilometer dari kota Waikabubak-Sumba Barat, NTT. Untuk menggapai surga ini, kamu membutuhkan waktu tempuh cukup panjang. Akan tetapi semua itu sepadan dengan air lautnya yang jernih, pasir pantainya yang bersih, dan suasana matahari terbenam yang menakjubkan.

Keindahan pantai ini padahal telah menarik perhatian internasional dan membawanya sebagai salah satu pantai terbaik dunia. Dua pantai lain di Indonesia, yaitu Pantai Derawan di Kalimantan Timur dan Pantai Canggu di Bali juga masuk dalam daftar 100 pantai terbaik dunia. Namun, hanya Pantai Nihiwatu yang berhasil tembus di peringkat 17. Hebohnya lagi, dalam daftar CNN tersebut, Pantai Nihiwatu berhasil melangkahi keindahan Pantai Hanalei Bay di Hawaii yang berada di peringkat 27.

Pantai Nihiwatu saat ini dikelola oleh sebuah resort internasional yang bernama Resort Nihiwatu. Tidak semua orang dapat bebas memasuki lokasi pantai ini, karena penjagaan yang sangat ketat. Hanya tamu Resort Nihiwatu saja yang diperbolehkan memasukinya. Jika anda ingin menikmati keindahan Pantai Nihiwatu, tentunya anda perlu memesan kamar untuk menginap di Resort Nihiwatu terlebih dahulu.

Bangunan resort ini terdari dari villa-villa yang menghadap ke laut. Beberapa bungalow yang ada terdiri dari 3 kamar tidur berukuran besar yang dibangun di atas bukit dan dilengkapi dengan kolam renang pribadi yang langsung menghadap ke Samudera Hindia. Begitu pula dengan restorannya yang sengaja dibangun menghadap ke arah pantai dengan model bangunan terbuka.

Untuk berkunjung ke Pantai Nihiwatu, apabila anda berangkat dari Pulau Bali tepatnya dari Bandara Ngurah Rai yang berada di Denpasar gunakan pesawat dengan tujuan ke Bandara Tambolaka. Dari Bandara Tambolaka anda bisa menyewa mobil untuk mengantarkan anda ke Pantai Nihiwatu.

Waikelo Sawah

Bumi Sumba memiliki iklim yang unik yakni musim kemaraunya yang lebih panjang, sekitar 9 bulan lamanya sedangkan musim penghujannya hanya terjadi sekitar 3 bulan. Hal tersebutlah yang menjadikan tanah Sumba cenderung tandus, kering dan bahkan di beberapa titik juga kesulitan air. Namun untungnya, di Sumba banyak terdapat sumber mata air tawar dan salah satunya yang tak pernah kering meskipun musim kemarau sekalipun adalah Waikelo Sawah.

Waikelo Sawah sebenarnya bukanlah tempat wisata. Ini merupakan bendungan yang dibangun pada tahun 1976 yang diperuntukkan untuk irigasi warga dan juga pembangkit listrik desa dan sekitarnya. Bendungan ini berlokasi di Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Namun, kini malah menjadi tempat wisata karena keindahan yang tercipta dari waktu ke waktu.

Waikelo Sawah ini sekilas berbentuk mirip dengan gua alami selebar 4m dengan ketinggian sekitar 3m, yang dimulut guanya membentuk sebuah kolam dengan air yang sangat jernih. Kolam airnya sekilas terlihat tenang, namun pengunjung tidak diperbolehkan berenang dikarenakan terdapatnya arus besar di dalam kolam tersebut. Konon katanya kolam tersebut pernah memakan korban. Selain itu, debit air yang mengalir dari bendungan Waikelo Sawah ini cukuplah deras yaitu diperkirakan mencapai 1000 liter/ detiknya (berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumba Barat Daya). Berlimpahnya aliran air di Waikelo Sawah ternyata sangat berguna bagi penduduk desa setempat.

Apabila Anda memulai perjalanan menjelajahi Sumba dari arah Bandara Tambolaka ke arah pusat Kota Waikabubak, sebenarnya akan melewati Waikelo Sawah. Dengan jarak sekitar 12 km dari Tambolaka, ibukota Kabupaten Sumba Barat Daya, perjalanan menuju lokasi dapat ditempuh dalam waktu sekitar 40 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor. Kondisi jalan menuju lokasi juga sudah beraspal halus, namun ada beberapa titik di dekat lokasi yang masih berkerikil. Belum terdapat transportasi umum ke lokasi, sehingga pengunjung yang hendak mengunjungi Waikelo Sawah dapat mengunakan jasa ojek dari Tambolaka atau menyewa kendaraan dari kota. Begitu pula halnya dengan fasilitas umum lainnya. Tak ada warung makan dan toilet yang memadai, pengunjung dapat membeli bekal makanan dan minuman ringan terlebih dahulu di Tambolaka.

Bagi kalian yang tertarik mengunjungi Waikelo Sawah, sebaiknya datang pada bulan Februari, Maret ataupun November karena pada bulan-bulan tersebut, akan diselenggarakan tradisi rutin masyarakat Sumba yaitu tradisi Pasola dan Wula Podu