Pantai Santai

Pantai Santai memang belum dikenal banyak orang tetapi memiliki keindahan yang luar biasa. Letaknya berada di Desa Latuhalat, Nusa Niwe, Ambon, berjarak sekitar 17 km dari pusat Kota Ambon. Pantai ini dapat ditempuh dengan mobil dan memakan waktu sekitar 30 menit.

Sesuai dengan namanya, pantai ini merupakan tempat bersantai Anda yang sempurna. Panta Santai di Ambon, Maluku, akan memberikan kepuasaan yang tiada dua. Pasirnya yang putih dan lautnya yang memesona akan memanjakan Anda

Kalau dibandingkan dengan pantai pantai lain yang ada di Ambon, ukuran Santai Beach memang lebih kecil dari lainnya. Tapi kalo dilihat dari keindahannya Santai Beach tidaklah kalah dengan pantai pantai lain yang ada di Ambon seperti pantai Natsepa dan Pantai Liang.

Bagaimana untuk bisa mencapai pantai ini? Kita dapat mengunakan minibus/angkot dari kota lebih tepatnya dari terminal Mardika di kota Ambon. Angkot jurusan Latuhalat biasanya berwarna hijau tua dan diatasnya ada tulisan Latuhalat. Kita cukup membayar sekitar 3000 rupiah saja untuk mencapai ke pantai ini. Perjalanan menuju pantai ini sekitar 20-30 menit.

Santai Beach memiliki pasir pantai yang putih dan air laut yang jernih. Santai Beach mempunyai tembok di sebelah samping kanannya. Saya juga ga tahu kalo tu tembok di buat untuk apa. Tapi yang pasti tembok itu memisahkan pasir putih Santai Beach dengan karang yang berhadapan dengan lautan luas. Dipantai ini juga tersedia beberapa tempat yang dibuat khusus oleh pengelola untuk para pengunjung bersantai dan ada juga beberapa penginapan di sekitar pantai.

Fasilitas di tempat ini juga sangat menunjang. Seperti kamar mandi, Tempat bermain, Penginapan, Tempat Santai. Dan bagi anda yang kuliner, anda juga dapat menikmati jajanan yg ada sepeti Pisang Goreng, Sukun Goreng dan Rujak

Hanya satu kata yang akan terlintas di pikiran Anda saat melihat pantainya, yaitu santai! Pantai ini memiliki pasir putih yang menawan dan landai. Air lautnya pun biru dan jernih, semakin membuat teduh pandangan dan juga meregangkan pikiran Anda.

Sekitar 100 meter dari bibir pantai, airnya masih terlihat jernih dan dangkal. Warna air lautnya yang biru jernih akan sangat menggoda Anda. Bebatuan karang di pinggir-pinggir pantai, tentu menambah pesona tersendiri bagi para pecinta fotografi.

Masih kurang puas? Keindahan bawah laut Pantai Santai pun tak kalah cantik. Pantai ini juga cocok bagi para pecinta snorkeling dan diving. Cukup membayar sekitar Rp 300.000 di beberapa tempat penyewaan alat selam di pinggir pantai, Anda dapat menikmati kekayaan bawah lautnya.

Terumbu karang yang cantik, ikan laut yang berwana-warni dan bintang laut akan menyapa Anda. Dengan didampingi seorang pendamping dan keamanan yang terjamin, Anda dapat mencumbu setiap jengkal keindahan bawah lautnya.

Pantai Namalatu

Namalatu terletak di desa Latuhalat, kota Ambon, Provinsi Maluku. Daerah Latuhalat sendiri terkenal akan wisata pantainya. Kata Namalatu berasal dari kata Nama dan Latu. Dalam bahasa daerah setempat, Latu berarti Raja. Memang tidak seluas Pantai Liang, namun pantai ini tidak kalah menawan. Alih-alih pasir putih, Pantai Namalatu justru penuh pecahan batu karang yang berukuran sangat kecil dan berwarna putih bersih. Gradasi warna air lautnya terbilang unik, dari putih transparan, hijau muda, hingga biru. Ombak di pantai ini terbilang lebih ramah dibandingkan Pantai Liang. Pada musim ombak, Anda masih mungkin bermain air dan berenang melepas penat.

Diantara pantai lainnya, Namalatu Beach mempunyai keunikan tersendiri. Tidak seperti pantai pantai yang berpasir putih yang lain, namalatu Beach lebih berkarang daerah pantainya. Hanya ada 20 meter bibir pantai yang berpasir.Pantai ini sangat cocok untuk kegiatan snorkeling. Masyarakat sekitar juga sering menyelam di pantai ini untuk menangkap ikan memakai panah yang sudah dimodifikasi seperti senjata (molo; bahasa setempat)

Pantai Namalatu terletak di Desa Latulahat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Indonesia. Berjarak sekitar 15 km dari pusat Kota Ambon, Pantai Namalatu bisa diakses dengan angkutan umum dengan biaya Rp. 5.000. Sayangnya, angkutan yang tersedia tidak beroperasi setiap saat, karena hanya beroperasi sampai pukul 17.00. Solusinya, kita bisa menyewa ojek motor, meskipun biaya yang dikeluarkan lebih besar, sekitar Rp. 80.000 untuk sekali jalan. Untuk masuk ke dalam pantai pengunjung cukup membayar sekitar 3000 rupiah per orang, 5000 rupiah untuk sepeda motor dan 10.000 rupiah untuk mobil. Pengunjung juga dapat menyantap rujak yang dijajakan di sana dan jika ingin yang segar segar bisa langsung bilang ke penjaga pantai untuk mengambil kelapa muda yang ada di pesisir pantai.

Kawasan tenang dan nyaman ditambah dengan jajaran pohon kelapa di sekitar laut, akan membuat Anda betah bertahan di sana sepanjang hari. Tak hanya itu, di Pantai Namalatu ada tebing berupa batu karang memanjang, seakan mengelilingi pantai ini. Untuk masalah tempat tinggal, Anda tak perlu khawatir. Di sekitar Pantai Namalatu sudah banyak home stay yang bisa Anda sewa dengan harga terjangkau.

Pantai Namalatu sangat cocok untuk dikembangkan sebagai lokasi penyelam. Kondisi laut dan panorama bawah lautnya sangat mendukung untuk menjadi lokasi penyelam, apalagi di tunjang dengan batu karang yang memanjang seperti papan yang menutupi pinggir pantai.

Selain itu, kondisi ombak yang tergolong besar di pantai itu, sangat cocok untuk olahraga berselancar. Di samping daerah kawasan pantai juga dipenuhi dengan taman laut yang indah sehingga sangat disukai oleh wisatawan. Yang lebih menarik, selain terumbu karang yang masih lestari dan topografi datar dari perairan bawah laut, di sekitar tempat itu, ada hewan laut yang dapat ditemui di sana sangat beragam dan unik.

Pantai Natsepa

Keindahan pantai yang satu ini sudah teruji selama puluhan tahun. Pantai Natsepa adalah salah satu obyek wisata di Ambon yang cukup melegenda. Selama bertahun-tahun pantai ini seudah menjadi tempat untuk berwisata baik bagi penduduk lokal maupun para wisatawan dalam negeri dan mancanegara. Bahkan, nama Natsepa sudah terkenal hingga penjuru Eropa terutama di telinga masyarakat Maluku yang menjadi warga Negara Belanda. Bagi mereka, Pantai Natsepa seperti sebuah simbol atas kerinduan mereka pada tanah leluhur mereka di Bumi Pertiwi.

Pantai Natsepa

Di sini anda bebas bermain air atau sekedar berkeliling di pesisir pantai. Di sini juga disediakan perahu untuk berkeliling dengan biaya sekitar Rp 20.000 untuk 1 jam. Di pantai Natsepa juga terdapat kedai untuk menikmati keindahannya bersama keluarga, tidak jauh dari pantai sekitar 700 m anda bisa menjumpai pasar yang menjual berbagai macam ikan segar yang langsung dibawa oleh para nelayan, jika anda beruntung datang pada saat cuaca cerah maka anda dapat membeli ikan dengan harga sangat murah karena harga ikan disana tergantung dengan cuaca.

Harga tiket masuk yang sangat murah yaitu Rp 1.000/orang dan Rp 2.500 untuk sekali parkir. Untuk menuju ke pantai Natsepa ini cukup mudah. Anda bisa menggunakan transportasi umum (Rp. 5000) dari Terminal Besar di Ambon menuju Suli (sekitar 30 menit). Akan lebih mudah dan lebih cepat jika anda menggunakan kendaraan pribadi (mobil atau sepeda motor) karena pantai Natsepa dekat dengan pusat Ambon, sekitar 18 km.

Pantai Natsepa

Pantai Natsepa yang legendaris ini memang menyimpan pesona yang luar biasa. Walaupun banyak bermunculan tempat wisata pantai yang baru di sepanjang pesisir Pulau Ambon, namun Pantai Natsepa selalu mendapat tempat khusus terutama bagi masyarakat Pulau Ambon. Kehidupan di Ambon seperti tidak dapat dipisahkan dari keberadaan pantai ini. Bahkan, banyak yang mengatakan jika seseorang belum bisa dikatakan datang ke Ambon bila belum menginjakkan kaki di Pantai Natsepa.

Selain keindahannya, pantai ini juga terkenal dengan satu jenis makanan yang juga melegenda. Makanan itu adalah Rujak buah khas Natsepa. Pada dasarnya, rujak ini sama seperti rujak umum yang dapat kita nikmati dimana saja, tetapi perbedaan istimewanya terletak pada sambal kacang yang melengkapi buah-buahan tersebut. Rujak buah Natsepa adalah makanan primadona yang selalu dicari oleh siapapun yang berkunjung ke Pantai Natsepa.

Wilayah berpasir di Pantai Natsepa adalah salah satu yang terluas di sepanjang pesisir Pulau Ambon. Hamparan pasirnya memang tidak sepanjang Pantai Liang, namun luas area Pantai Natsepa lebih banyak memberikan ruang bagi para wisatawan untuk melakukan berbagai aktifitas. Biasanya pada saat air laut surut, bagian berpasir dari Pantai Natsepa menjadi sangat luas hingga para wisatawan bisa bermain bola, bersantai, maupun bermain pasir pada satu tempat di waktu yang bersamaan.