PULAU PANJANG

WISATA PULAU PANJANG

Di Kota Jepara terdapat pulau – pulau yang indah tak terkecuali Pulau Panjang. Pulau Panjang ini merupakan pulau – pulau kecil yang terletak di Kelurahan Ujung Batu, Jepara, Jawa Tengah. Pulau ini termasuk pulau yang masih perawan karena belum banyak dijamah oleh orang. Pulau ini juga masih terlihat begitu alami dan sepi sehingga mempunyai daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Keindahan Pulau Panjang tak juga kalah dengan keindahan pulau lain yang ada disekitarnya.

Pulau Panjang memiliki keisitimewaan yaitu pasir putih dikelilingi dengan laut dangkal dan memiliki perairan jernih serta memiliki terumbu karang yang indah. Pada bagian tengah pulau ini terdapat hutan tropis yang memiliki pohon tinggi yang menjulang serta terdapat perdu dan semak sebagai tempat burung laut berkembang biak. Untuk flora yang terdapat pada pulau ini didominasi oleh asam jawa, dadap, pohon randu, serta pinus di sebelah timur yang umurnya ratusan tahun.

Air laut yang berada di sebelah selatan dan barat cukup jernih dan tidak berarus, sehingga bagus untuk mandi laut maupun Anda yang pecinta snorkeling dan bermain kano. Di sepanjang pantai ada pohon peneduh dengan akarnya yang menjuntai ke laut seingga akan terlihat sangat indah.

Untuk menyeberang ke Pulau Panjang, Anda dapat melalui Pantai Bandengan, Pantai Kartini atau Pantai Prawean. Dermaga penyeberangan dari Pantai Kartini ke Pulau Panjang dan ke Karimunjawa memiliki perbedaan. Di sana juga terdapat papan petunjuk dermaga kapal untuk menuju ke Pulau Panjang. Anda juga bisa menikmati sunset pada kapal terakhir untuk kembali ke Pantai Kartini yaitu sekitar pukul 17.00 WIB .

Pulau Panjang terletak di Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah, Indonesia dengan luasnya sekitar 19 hektar ini dan berjarak 1,5 mil laut atau sekitar 2,5 km dari Pantai Kartini, Jepara. Untuk menyeberangi Pulau Panjang, Anda dikenakan retribusi sebesar Rp13.000 (PP), menggunakan kapal kayu berkapasitas 10-15 orang dari Pantai Kartini. Waktu tempuh dari dermaga ke Pulau Panjang membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Bagian tengah pulau adalah struktur hutan tropis dengan pohon-pohon besar dan tinggi menjulang diselingi perdu dan semak yang dijadikan juga sebagai tempat bagi burung laut untuk berkembang biak ataupun tinggal.

Pada sebelah barat pulau terdapat Makam Syeikh Abu Bakar yaitu seorang tokoh ulama Jepara. Tempat ini juga dilengkapi dengan pendopo, sarana MCK, cafeteria, masjid dan ada air berkah yang dipercaya oleh warga setempat dapat memberikan manfaat baik keselamatan atau kesehatan. Pada setiap tahunnya sekurang-kurangnya terdapat 4 kali diadakannya peringatan (khoul) sehingga pada masa-masa tersebut Pulau Panjang selalu dipenuhi para peziarah.

PULAU KARIMUN JAWA

WISATA PULAU KARIMUN JAWA

Wisata karimun jawa, Pulau Karimun jawa merupakan kepulauan di tengah laut jawa yang termasuk ke dalam kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kepulauan Karimun jawa secara keseluruhan terdiri dari 27 pulau dan hanya 5 pulau diantaranya yang berpenghuni. Kepulauan Kerimun jawa menawarkan wisata bahari dan alam yang indah dan menawan untuk wisatawan domestik dan mancanegara.

Nama Karimunjawa sendiri berasal dari dari sebuah cerita rakyat sekitar. Konon dulu Sunan Muria membuang anaknya yang nakal yang bernama Syekh Amir Hasar ke pulau yang kremun-kremun dalam bahasa Jawa, yang artinya samar-samar. Karena tampak kremun-kremun maka pulau ini dinamakan pulau Karimun dan kini pulau tersebut akrab dikenal dengan nama Karimunjawa.

Pulau yang dijadikan Taman Nasional pada bulan Maret 2001 ini merupakan rumah bagi terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai dan ratusan spesies fauna laut yang lebih dari 200 jenis diantaranya merupakan jenis ikan hias. Kepulauan ini juga merupakan rumah bagi beberapa hewan langka seperti Elang Laut Dada Putih, penyu sisik dan penyu hijau.

Keistimewaan lainnya dari kepulauan ini adalah tumbuhan Dewandaru yang hanya terdapat di kepulauan ini dan tidak ada di tempat lain. Anda tidak dianjurkan untuk memetik dan membawa pulang tumbuhan ini bila berkunjung ke Karimunjawa karena menurut cerita rakyat sekitar bila Anda melakukannya maka kapal yang Anda tumpangi akan tenggelam.

Kepulauan yang mayoritas memiliki pasir putih halus ini memang menyimpan keindahan alam yang selalu menarik minat para wisatawan. Kepulauan Karimunjawa terletak sekitar 83 kilometer utara kota Jepara. Kepulauan ini dapat dicapai dengan menggunakan kapal baik dari Semarang maupun Jepara. Ada dua pilihan kapal untuk mencapai kepulauan ini, kapal cepat dan kapal ekonomi.

Kapal cepat biasanya hanya berangkat seminggu sekali dari pelabuhan Tanjung Emas Semarang, biasanya setiap Sabtu dan kembali setiap hari Minggu siang dengan lama perjalanan 2-3 jam. Kapal ekonomi biasanya berangkat setiap dua hari sekali dari pelabuhan Pantai Kartini Jepara dengan lama perjalanan sekitar 6 jam.

Pelayaran selalu tergantung dari cuaca dan ombak laut Jawa. Bila cuaca dan ombak tidak mendukung, maka pihak perhubungan dapat menunda atau membatalkan pelayaran menuju kepulauan ini. Selain menggunakan kapal, kepulauan Karimunjawa dapat juga dicapai dengan menggunakan pesawat dari bandara Ahmad Yani Semarang menuju bandara Dewa Daru di pulau Kemujan dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Diantara kedua pilihan transportasi tadi, kapal merupakan pilihan yang lebih populer dikalangan wisatawan.
Kepulauan Karimunjawa memang sangat indah, dengan airnya yang jernih dan pantai-pantai pasir putihnya saja sudah cukup menarik minat wisatawan.

Ditambah dengan berlimpahnya spesies hewan laut dan beberapa hewan langka yang dapat dilihat di kepulauan ini, maka bertambahlah daya tarik kepulauan ini. Dengan keindahan bahari dan alam yang ditawarkan Karimunjawa, kepulauan ini memiliki beberapa julukan seperti Pulau Liburan, Paradise of Java dan Caribbean van Java.

CANDI GEDONG SANGO

WISATA CANDI GEDONG SANGO

Candi Gedong Songo merupakan tempat wisata yang terletak di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Gedong Songo menjadi salah satu tempat wisata yang sangat ramai dikunjungi para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara. Sesuai dengan namanya, Gedong Songo yang berarti terdapat 9 bangunan candi yang tersebar di komplek kawasan wisata alam yang begitu luas dan mempesona.

Candi Gedong Songo terletak di lereng Gunung Ungaran bagian selatan dengan ketinggian sekitar 1.200 m dari permukaan laut sehingga suhu udara di kawasan wisata ini cukup dingin (berkisar antara 19-27 °C). Suasana sejuk hawa pegunungan serta terbebas dari polusi udara akan menjadikan pengelaman tersendiri bagi para pengunjung yang suka akan keindahan alam.

Disamping Candi Gedong Songo merupakan tempat wisata alam juga menjadi salah satu tempat wisata sejarah di kabupaten Semarang yang wajib dikunjungi ketika Anda sedang berlibur ataupun jalan-jalan di kawasan wisata bandungan.

Lokasi antara candi satu dengan candi yang lainnya tidak berdekatan sehingga dibutuhkan tenaga ekstra untuk menempuh jarak ratusan meter agar bisa melihat keseluruhan candi-candi yang ada. Namun jangan khawatir, meskipun nafas harus terengah-engah akan mudah terobati dengan udara segar bahkan keindahan alam yang terkadang bisa melihat secara dekat kabut dingin yang turun dari atas gunung.

Di komplek wisata Candi ini juga terdapat tempat untuk istirahat sambil menyiram bahkan mandi dengan air hangat. Tepatnya di antara candi gedung 3 dan candi gedung 4, terdapat sebuah kepunden gunung dengan sumber air panas yang mengadung kadar belerang cukup tinggi. Sekedar informasi, bahwa dengan menyiram atau mandi dengan air hangat yang mengandung belerang ini bisa mengobati penyakit gatal-gatal maupun penyakit kulit lainnya.

Candi gedong songo ditemukan pertama kali oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1740 M. Dan pada saat itu Raffles menemukan sebanyak 7 buah bangunan candi sehingga dia menamainya dengan Candi Gedong Pitu, arti kata “pitu” dalam bahasa Indonesia adalah tujuh.

Penyebutan Candi Gedong Pitu bertahan lama hingga seribu tahunan lebih. Dan pada tahun 1908 – 1911 seorang arkeolog dari belanda Van Stein Callenfels kembali melakukan penelitian lagi di komplek candi Gedong Pitu. Dalam kurun waktu 3 tahunan Callenfels menemukan lagi 2 candi lainnya yang bertempat tidak jauh dari candi-candi yang sebelumnya telah ditemukan Raffles sehingga total kesemuaan candi yang ditemukan menjadi 9 buah. Dengan ditemukannya 2 candi yang lain ini maka nama Candi Gedong Pitu berubah menjadi Candi Gedong Songo.

Pemugaran Candi Gedong I dan Candi Gedong II dilakukan pada tahun 1928 – 1929. Sedangkan pemerintah Indonesia pada tahun 1972 – 1982 melakukan pemugaran total terhadap bangunan Candi Gedong Songo. Bahkan pemugaran area wisata tersebut dilakukan sampai saat ini sehingga semakin terlihat indah dan rapi namun tanpa merubah struktur bangunan-bangunan candi yang ada.
Menurut penelitian bahwa Candi Gedong Songo merupakan bangunan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi).

Untuk menuju area wisata Candi Gedong Songo dibutuhkan perjalanan sekitar 40 menit dari pusat keramaian Kota Ambarawa dengan perjalanan yang didominasi dengan tanjakan serta kemiringan yang sangat tajam. Lokasi candi ini juga dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 10 menit dari obyek wisata New Bandungan Indah dengan kondisi jalan ketika tidak menemukan kemacetan.

Dan dibawah ini adalah daftar jarak tempuh untuk menuju Candi Gedong Songo.

  • Candi Gedong Songo – Kota Semarang : 45 KM
  • Candi Gedong Songo – Kota Ungaran : 25 KM
  • Candi Gedong Songo – Kota Ambarawa : 15 KM

PANTAI SIGANDU

WISATA PANTAI SIGANDU

Pantai Sigandu merupakan pantai yang terletak di bagian utara pulau Jawa, tepatnya di Desa Klidang Lor, Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Karena letaknya yang di daerah utara pulau Jawa membuat ombak yang ada di pantai ini tidak terlalu besar, pantainya yang landai juga nyaman digunakan untuk bermain.

Akses lokasi pantai Sigandu

Pantai Sigandu dapat diakses dari kota Batang ke utara sekitar 4 kilometer, Anda dapat berkunjung kesana menggunakan kendaraan pribadi, cukup mudah menemukan pantai Sigandu karena sudah banyak petunjuk jalan yang mengarah ke pantai ini.

Jika Anda tetap kesulitan Anda bisa bertanya atau melihat peta yang sudah garispantai.com siapkan dibawah, cukup buka menggunakan handphone Anda yang sudah memiliki fasilitas GPS Anda akan segera diarahkan kepantai Sigandu ini.

Fasilitas pantai Sigandu

Fasilitas yang terdapat di pantai Sigandu ini lumayan lengkap mulai dari tempat bermain playground jika Anda membawa anak-anak, lapangan voli bagi Anda yang suka olahraga. Saat lapar tiba juga sudah disediakan warung atau kafe yang berderet di pinggir pantai, dekorasi dan desain warung dan kafe yang ada bertema tradisional dan menawarkan beraneka menu khas daerah setempat seperti nasi megono dan lauk gimbal rebon yang dapat membuat perut keroncongan.

Di pantai Sigandu juga terdapat kolam pemancingan, ini sangat cocok bagi babak-bapak yang ingin menghabiskan waktu sembari menyalurkan hobi memancing, sedang keluarga yang lain bermain dipantai. Ada juga pohon cemara yang berjejer di pinggir pantai, membuat pantai ini jadi sarana liburan keluarga, Anda dapat menggelar tikar dibawah pohon sembari menyantap bekal makanan bersama keluarga tercinta.

Untuk Anda yang suka adrenalin ada juga arena outbond yang menyediakan flying fox, dan juga ada yang menyewakan motor ATV yang bisa Anda sewa untuk berkeliling pantai. Pihak pengelola juga menambahkan wahana Batang Dolphin Center yang bekerja sama dengan Taman Safari Indonesia yaitu atraksi lumba-lumba yang menarik, jangan lupa jika berkunjung ke pantai Sigandu sempatkan untuk melihat atraksi lumba-lumba.

Di pantai ini Anda dapat berenang dengan tenang karena ombak dari pantai ini tidak terlalu besar, di pinggir pantai biasanya digunakan untuk bersantai duduk-duduk sembari menikmati keindahan alam.

Yang menarik pada pantai ini adalah ketika matahari tenggelam, pancaran warna jingga dilangit membuat suasana romantis yang ada semakin kuat. Untuk harga tiket masuk pantai Sigandu sekitar 5000 rupiah per orang (harga dapat berubah sewaktu-waktu).

DATARAN TINGGI DIENG

WISATA DATARAN TINGGI DIENG

Keindahan alam Dieng Plateau menjadi anugerah yang tak ternilai harganya, sebagai tempat wisata andalan di Jawa Tengah, dataran tinggi Dieng yang masuk dalam ranah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara menawarkan lebih dari 37 obyek wisata yang telah diakui Dunia.

Kami mengupas-tuntas daftar obyek wisata di Dieng dengan dokumentasi original yang berhasil diabadikan sepanjang tahun. Dieng dengan segala fenomena alam dan budayanya menjadikan siapapun yang berkunjung merasa kagum, jaman dulu kala beberapa warga berkebangsaan Belanda sering mendatangi Obyek Wisata Dieng tentunya bukan tanpa alasan bahkan mereka berani mempromosikan ke Negara-negara Eropa agar mau mengunjungi Dataran Tinggi Dieng.

Gabungan antara keindahan panorama alam dan keagungan budaya sisa peninggalan masa lalu menjadikan Dieng memiliki nilai tambah tersendiri dibanding dengan yang lain, banyak orang yang telah mengunjungi berbagai tempat wisata diseluruh pelosok dunia, dan jarang ada yang seperti Dieng terlebih lagi dalam soal jarak, tempuh antar obyek, hampir semua obyek wisata yang ada diDieng saling berdekatan dengan wilayah porosnya.

Dieng Merupakan salah satu Kawasan Wisata Andalan Jawa Tengah sebagaimana disebutkan dalam RIPP ( Rencana Induk Pengembangan Pariwisata ). Kawasan Dieng sebagai salah satu potensi pariwisata mempunyai panorama yang sangat menawan dan memiliki aneka ragam obyek wisata mulai dari Candi (Komplek candi Arjuna, Gatotkaca, Bima, Dwarawati), kawah (Sikidang, Sileri, Candradimuka, Sikendang), Telaga (Warna, Pengilon, Merdada, Balekambang, Dringo, Cebong,Swiwi, Menjer), Gua (Jimat, Semar, Jaran, Sumur Jalatunda, Bimo Lukar, Sumber air panas (Sirawe), Air terjun (Sirawe, Sikarim, Seloka), Agrowisata Tambi, maupun obyek wisata buatan yang dibangun untuk menunjang aktivitas pariwisata di kawasan tersebut (Dieng Plateau Theater, Museum Kailasa, Gardu Pandang Tieng) serta masih banyak obyek wisata yang lain seperti Ondo Budho, Gunung Sikunir, Tuk Bimo Lukar, Watu Kelir dan Pemandian Air Panas Bitingan.

Sedangkan lokasi lain yang jaraknya agak jauh antara 6-8 Km akan kita temui lokasi-lokasi dengan keajaiban alam yang luar biasa, seperti Golden Sunrise tercantik di Asia yang dapat dinikmati dari gunung Sikunir, gunung dengan trek pendek untuk menikmati sunrise , ada Juga puncak Prau puncak seribu bukit dengan bukit telerubiesnya dan hamparan bunga ceplikan yang menutupi tanah disana, dari lokasi ini juga dapat menikmati pemandangan seeprti ketika kita melihat pemandangan dari puncak gunung yang cukup tinggi seperti Sindoro atau sumbing, masih ada lagi Sumur Raksasa, kawah dan Telaga telaga yang tersebar di kawasan poros dan Jeruji Dieng.

CANDI MUARO JAMBI

WISATA CANDI MUARO JAMBI

Candi Muarojambi ini merupakan salah satu tempat melihat proses gerhana matahari total beberapa waktu silam. Candi yang dipercaya merupakan pusat penyebaran agama Budha di luar pulau Jawa ini diyakini dibangun pada masa kerajaan Sriwijaya dan kerajaan Melayu pada masa lalu. Meskipun tidak sepopuler candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Candi Muarojambi kini sudah sedikit demi sedikit mulai ramai dikunjungi wisatawan pada akhir pekan.

Situs purbakala yang dilindungi ini, membentang sepanjang kurang lebih 7,5 kilometer di sisi sungai Batanghari dari barat hingga ke timur. Akses menuju candi Muarojambi ini uniknya bisa ditempuh melalui sungai Batanghari selain melalui jalur darat. Dari kota Jambi diperkirakan jaraknya sekitar 30 kilometer.

Candi Muarojambi memiliki sekitar 110 reruntuhan bangunan purba yang saat ini baru delapan bangunan yang telah dipugar dan diizinkan dikunjungi oleh wisatawan. Pemerintah daerah Jambi bahkan kerap mengadakan acara di situs purbakala Muarojambi ini. Saat hari besar Waisak tahun 2015 sudah dipenuhi 1.000 orang umat Budha. Puncaknya pada acara festival Muaro Jambi XII medio Mei 2015, kunjungan wisatawan meningkat hingga 8.000 orang.

Tiket masuknya sangat terjangkau sekali, hanya lima ribu rupiah per-orang. Kompleks candi Muarojambi juga dipercaya merupakan pusat pemerintahan dan pembagunan kota Jambi sejak 1000 tahun yang lalu. Beberapa candi bahkan dipercaya dibangun pada abad ke 9 dan abad ke 13.

Kalian yang berwisata ke Candi Muarojambi bisa mengelilingi situs purbakala yang masih dikelilingi dengan hutan kecil. Beberapa sudut juga terdapat tembikar kuno yang juga dipamerkan. Foto-foto karya seni bebatuan juga sangat indah diabadikan dan dipajang di Instagram. Karakter bangunan candi Muarojambi tidak berbeda jauh dengan candi-candi Buddha Hindu yang berada di pulau Jawa.

Candi Muarojambi merupakan salah satu candi terluas di Asia Tenggara. Luasnya 12 kali lipat kawasan candi Borobudur dan dua kali lebih luas dibandingkan candi Angkor Watt di Kamboja. Bahkan Candi Muarojambi memiliki cerita khusus yang berhubungan dengan kabupaten Kerinci dan gunung purba di Merangin, Jambi. Beberapa candi yang telah dipugar diantara adalah Candi Astano, Candi Tinggi, Candi Gumpung, Candi Kembar Batu, Candi Gedong, Candi Kedaton, dan Candi Koto Mahligai.

Keunikan candi Muarojambi karena aksesnya yang bisa ditempuh melalui sungai. Bahkan parit-parit yang berada di sekitar candi dipercaya memiliki fungsi dan sudah sejak lama digunakan sejak bangunan awalnya dibangun. Kanal dan parit yang ada menghubungkan antara candi satu dengan yang lainnya. Tak heran jika paket wisata dengan menggunakan perahu. Kesannya seperti memasuki suku terasing dipedalaman karena melewati semak-semak di tepian sungai.