PULAU PANJANG

WISATA PULAU PANJANG

Di Kota Jepara terdapat pulau – pulau yang indah tak terkecuali Pulau Panjang. Pulau Panjang ini merupakan pulau – pulau kecil yang terletak di Kelurahan Ujung Batu, Jepara, Jawa Tengah. Pulau ini termasuk pulau yang masih perawan karena belum banyak dijamah oleh orang. Pulau ini juga masih terlihat begitu alami dan sepi sehingga mempunyai daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Keindahan Pulau Panjang tak juga kalah dengan keindahan pulau lain yang ada disekitarnya.

Pulau Panjang memiliki keisitimewaan yaitu pasir putih dikelilingi dengan laut dangkal dan memiliki perairan jernih serta memiliki terumbu karang yang indah. Pada bagian tengah pulau ini terdapat hutan tropis yang memiliki pohon tinggi yang menjulang serta terdapat perdu dan semak sebagai tempat burung laut berkembang biak. Untuk flora yang terdapat pada pulau ini didominasi oleh asam jawa, dadap, pohon randu, serta pinus di sebelah timur yang umurnya ratusan tahun.

Air laut yang berada di sebelah selatan dan barat cukup jernih dan tidak berarus, sehingga bagus untuk mandi laut maupun Anda yang pecinta snorkeling dan bermain kano. Di sepanjang pantai ada pohon peneduh dengan akarnya yang menjuntai ke laut seingga akan terlihat sangat indah.

Untuk menyeberang ke Pulau Panjang, Anda dapat melalui Pantai Bandengan, Pantai Kartini atau Pantai Prawean. Dermaga penyeberangan dari Pantai Kartini ke Pulau Panjang dan ke Karimunjawa memiliki perbedaan. Di sana juga terdapat papan petunjuk dermaga kapal untuk menuju ke Pulau Panjang. Anda juga bisa menikmati sunset pada kapal terakhir untuk kembali ke Pantai Kartini yaitu sekitar pukul 17.00 WIB .

Pulau Panjang terletak di Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah, Indonesia dengan luasnya sekitar 19 hektar ini dan berjarak 1,5 mil laut atau sekitar 2,5 km dari Pantai Kartini, Jepara. Untuk menyeberangi Pulau Panjang, Anda dikenakan retribusi sebesar Rp13.000 (PP), menggunakan kapal kayu berkapasitas 10-15 orang dari Pantai Kartini. Waktu tempuh dari dermaga ke Pulau Panjang membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Bagian tengah pulau adalah struktur hutan tropis dengan pohon-pohon besar dan tinggi menjulang diselingi perdu dan semak yang dijadikan juga sebagai tempat bagi burung laut untuk berkembang biak ataupun tinggal.

Pada sebelah barat pulau terdapat Makam Syeikh Abu Bakar yaitu seorang tokoh ulama Jepara. Tempat ini juga dilengkapi dengan pendopo, sarana MCK, cafeteria, masjid dan ada air berkah yang dipercaya oleh warga setempat dapat memberikan manfaat baik keselamatan atau kesehatan. Pada setiap tahunnya sekurang-kurangnya terdapat 4 kali diadakannya peringatan (khoul) sehingga pada masa-masa tersebut Pulau Panjang selalu dipenuhi para peziarah.

PULAU KARIMUN JAWA

WISATA PULAU KARIMUN JAWA

Wisata karimun jawa, Pulau Karimun jawa merupakan kepulauan di tengah laut jawa yang termasuk ke dalam kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kepulauan Karimun jawa secara keseluruhan terdiri dari 27 pulau dan hanya 5 pulau diantaranya yang berpenghuni. Kepulauan Kerimun jawa menawarkan wisata bahari dan alam yang indah dan menawan untuk wisatawan domestik dan mancanegara.

Nama Karimunjawa sendiri berasal dari dari sebuah cerita rakyat sekitar. Konon dulu Sunan Muria membuang anaknya yang nakal yang bernama Syekh Amir Hasar ke pulau yang kremun-kremun dalam bahasa Jawa, yang artinya samar-samar. Karena tampak kremun-kremun maka pulau ini dinamakan pulau Karimun dan kini pulau tersebut akrab dikenal dengan nama Karimunjawa.

Pulau yang dijadikan Taman Nasional pada bulan Maret 2001 ini merupakan rumah bagi terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai dan ratusan spesies fauna laut yang lebih dari 200 jenis diantaranya merupakan jenis ikan hias. Kepulauan ini juga merupakan rumah bagi beberapa hewan langka seperti Elang Laut Dada Putih, penyu sisik dan penyu hijau.

Keistimewaan lainnya dari kepulauan ini adalah tumbuhan Dewandaru yang hanya terdapat di kepulauan ini dan tidak ada di tempat lain. Anda tidak dianjurkan untuk memetik dan membawa pulang tumbuhan ini bila berkunjung ke Karimunjawa karena menurut cerita rakyat sekitar bila Anda melakukannya maka kapal yang Anda tumpangi akan tenggelam.

Kepulauan yang mayoritas memiliki pasir putih halus ini memang menyimpan keindahan alam yang selalu menarik minat para wisatawan. Kepulauan Karimunjawa terletak sekitar 83 kilometer utara kota Jepara. Kepulauan ini dapat dicapai dengan menggunakan kapal baik dari Semarang maupun Jepara. Ada dua pilihan kapal untuk mencapai kepulauan ini, kapal cepat dan kapal ekonomi.

Kapal cepat biasanya hanya berangkat seminggu sekali dari pelabuhan Tanjung Emas Semarang, biasanya setiap Sabtu dan kembali setiap hari Minggu siang dengan lama perjalanan 2-3 jam. Kapal ekonomi biasanya berangkat setiap dua hari sekali dari pelabuhan Pantai Kartini Jepara dengan lama perjalanan sekitar 6 jam.

Pelayaran selalu tergantung dari cuaca dan ombak laut Jawa. Bila cuaca dan ombak tidak mendukung, maka pihak perhubungan dapat menunda atau membatalkan pelayaran menuju kepulauan ini. Selain menggunakan kapal, kepulauan Karimunjawa dapat juga dicapai dengan menggunakan pesawat dari bandara Ahmad Yani Semarang menuju bandara Dewa Daru di pulau Kemujan dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Diantara kedua pilihan transportasi tadi, kapal merupakan pilihan yang lebih populer dikalangan wisatawan.
Kepulauan Karimunjawa memang sangat indah, dengan airnya yang jernih dan pantai-pantai pasir putihnya saja sudah cukup menarik minat wisatawan.

Ditambah dengan berlimpahnya spesies hewan laut dan beberapa hewan langka yang dapat dilihat di kepulauan ini, maka bertambahlah daya tarik kepulauan ini. Dengan keindahan bahari dan alam yang ditawarkan Karimunjawa, kepulauan ini memiliki beberapa julukan seperti Pulau Liburan, Paradise of Java dan Caribbean van Java.

AIR TERJUN MONTHEL

WISATA AIR TERJUN MONTHEL

Berwisata ke Kudus yang notabene Jerusalemnya pulau Jawa akan memberikan pengalaman yang sarat akan nilai religi bagi wisatawan. Terang saja di Kota Kretek ini bersemayam dua tokoh penyebar agama Islam paling terkenal yakni Sunan Kudus dan Sunan Muria. Khusus untuk wisatawan yang berziarah ke makam Sunan Muria, mereka bisa sekalian melipir ke Air Terjun Monthel yang konon alirannya tidak pernah kering.

Setiap hari ada saja peziarah yang datang ke Makam Sunan Muria di desa Colo, kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Makamnya sendiri berada di atas bukit di lereng Gunung Muria. Sedangkan desa Colo sejak lama telah ditetapkan sebagai desa wisata di kabupaten tersebut. Jadi mereka yang datang untuk berziarah ke salah satu makam anggota Walisongo ini selalu menyempatkan untuk mampir ke obyek wisata lainnya yang ada di lokasi yang sama.

Obyek wisata terdekat dari makam Sunan Muria adalah Air Terjun Monthel. Jaraknya hanya 1,5 kilometer dan bisa ditempuh dengan jalan kaki kurang dari setengah jam. Perjalanan tersebut tidak melelahkan apalagi rute yang dilalui cukup indah melewati kebun kopi. Ukurannya tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 25 meter namun konon aliran airnya tidak pernah kering meski musim kemarau.

Dengan membayar Rp. 7 ribu, traveler bisa puas menikmati keindahan air terjun yang ada di lereng Gunung Muria ini. Apalagi warga sekitar percaya jika air yang berasal dari air terjun Monthel ini memiliki khasiat dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Sehingga banyak pengunjung yang datang bertujuan untuk berobat dengan mandi di air kolamnya.

Pemandangan asri lingkungan sekitar air terjun juga membuat wisatawan betah berlama-lama di sana. Udaranya yang sejuk pengunjung jadikan alat terapi penghilang rasa penat di tengah aktivitas yang padat. Pada hari biasa saja air terjun ini mendapatkan kunjungan sekitar 100 orang, jumlah ini akan melonjak dua kali lipat pada hari libur.

Tidak hanya itu saja, mereka yang berkunjung juga bisa mencicipi kuliner asli desa Colo. Yang paling banyak diburu pengunjung adalah pecel pakis Colo yang bahan-bahannya hanya ada di desa tersebut serta buah parijoto yang konon memiliki khasiat magis. Bagi wanita hamil yang makan buah tersebut jika anaknya laki-laki maka dipercaya akan tampan, dan jika anaknya perempuan akan cantik. Penasaran? Buktikan sendiri dengan berkunjung ke desa Colo.

CANDI GEDONG SANGO

WISATA CANDI GEDONG SANGO

Candi Gedong Songo merupakan tempat wisata yang terletak di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Gedong Songo menjadi salah satu tempat wisata yang sangat ramai dikunjungi para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara. Sesuai dengan namanya, Gedong Songo yang berarti terdapat 9 bangunan candi yang tersebar di komplek kawasan wisata alam yang begitu luas dan mempesona.

Candi Gedong Songo terletak di lereng Gunung Ungaran bagian selatan dengan ketinggian sekitar 1.200 m dari permukaan laut sehingga suhu udara di kawasan wisata ini cukup dingin (berkisar antara 19-27 °C). Suasana sejuk hawa pegunungan serta terbebas dari polusi udara akan menjadikan pengelaman tersendiri bagi para pengunjung yang suka akan keindahan alam.

Disamping Candi Gedong Songo merupakan tempat wisata alam juga menjadi salah satu tempat wisata sejarah di kabupaten Semarang yang wajib dikunjungi ketika Anda sedang berlibur ataupun jalan-jalan di kawasan wisata bandungan.

Lokasi antara candi satu dengan candi yang lainnya tidak berdekatan sehingga dibutuhkan tenaga ekstra untuk menempuh jarak ratusan meter agar bisa melihat keseluruhan candi-candi yang ada. Namun jangan khawatir, meskipun nafas harus terengah-engah akan mudah terobati dengan udara segar bahkan keindahan alam yang terkadang bisa melihat secara dekat kabut dingin yang turun dari atas gunung.

Di komplek wisata Candi ini juga terdapat tempat untuk istirahat sambil menyiram bahkan mandi dengan air hangat. Tepatnya di antara candi gedung 3 dan candi gedung 4, terdapat sebuah kepunden gunung dengan sumber air panas yang mengadung kadar belerang cukup tinggi. Sekedar informasi, bahwa dengan menyiram atau mandi dengan air hangat yang mengandung belerang ini bisa mengobati penyakit gatal-gatal maupun penyakit kulit lainnya.

Candi gedong songo ditemukan pertama kali oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1740 M. Dan pada saat itu Raffles menemukan sebanyak 7 buah bangunan candi sehingga dia menamainya dengan Candi Gedong Pitu, arti kata “pitu” dalam bahasa Indonesia adalah tujuh.

Penyebutan Candi Gedong Pitu bertahan lama hingga seribu tahunan lebih. Dan pada tahun 1908 – 1911 seorang arkeolog dari belanda Van Stein Callenfels kembali melakukan penelitian lagi di komplek candi Gedong Pitu. Dalam kurun waktu 3 tahunan Callenfels menemukan lagi 2 candi lainnya yang bertempat tidak jauh dari candi-candi yang sebelumnya telah ditemukan Raffles sehingga total kesemuaan candi yang ditemukan menjadi 9 buah. Dengan ditemukannya 2 candi yang lain ini maka nama Candi Gedong Pitu berubah menjadi Candi Gedong Songo.

Pemugaran Candi Gedong I dan Candi Gedong II dilakukan pada tahun 1928 – 1929. Sedangkan pemerintah Indonesia pada tahun 1972 – 1982 melakukan pemugaran total terhadap bangunan Candi Gedong Songo. Bahkan pemugaran area wisata tersebut dilakukan sampai saat ini sehingga semakin terlihat indah dan rapi namun tanpa merubah struktur bangunan-bangunan candi yang ada.
Menurut penelitian bahwa Candi Gedong Songo merupakan bangunan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi).

Untuk menuju area wisata Candi Gedong Songo dibutuhkan perjalanan sekitar 40 menit dari pusat keramaian Kota Ambarawa dengan perjalanan yang didominasi dengan tanjakan serta kemiringan yang sangat tajam. Lokasi candi ini juga dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 10 menit dari obyek wisata New Bandungan Indah dengan kondisi jalan ketika tidak menemukan kemacetan.

Dan dibawah ini adalah daftar jarak tempuh untuk menuju Candi Gedong Songo.

  • Candi Gedong Songo – Kota Semarang : 45 KM
  • Candi Gedong Songo – Kota Ungaran : 25 KM
  • Candi Gedong Songo – Kota Ambarawa : 15 KM

PANTAI MARON

WISATA PANTAI MARON

Kota Semarang merupakan ibu kota provinsi jawa tengah. Kota ini merupakan salah satu kota yang bisa dibilang paling sibuk di jawa tengah, sebab kegiatan administrasi dan lain-lain dari provinsi jawa tengah berada di kota ini. Semarang sering didatangi oleh pengunjung dari kota lain akibat dari wisata yang ia miliki. Salah satunya adalah Pantai Maron, yang tidak kalah indah dengan Pantai-Pantai indah di Indonesia.

Sebab kota semarang adalah kota yang sibuk, maka orang-orang di dalamnya seringkali dilanda stress yang berlebihan. Salah satu cara untuk meredakan stress tersebut adalah dengan cara berlibur sementara atau jalan-jalan ke suatu tempat yang menyenangkan. Bagi Anda warga semarang, tak perlu jauh-jauh ke luar kota. Selain lelah juga akan mengeluarkan banyak biaya.

Di Pantai Maron sendiri ada sebuah Hutan Mangrove yang menjadidaya tarik tersendiri bagi pengunjung. Pada awalnya dulu, Hutang Mangrove ini adalah yang akan menjaga Pantai dari kerusakan. Lalu lama kelamaan, hutan tersebut menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat bagus. Wisata Hutan Mangrove dan Pantai sendiri terbilang masih baru, namun sudah sangat ramai dikunjungi oleh warga Semarang dan lain-lain.

Hutan Mangrove sendiri juga diupayakan sebagai wisata edukasi bagi anak-anak, tentang pentingnya menjaga Pantai dari abrasi. Udara yang sangat sejuk akan membuat pengunjung menjadi sangat betah di kawasan tersebut. Panasnya kota Semarang tidak akan terasa lagi bila berada di tempat yang sejuk seperti Pantai Maron.

Jika Anda datang berkunjung ke Pantai ini, dijamin kantong Anda tidak akan terkuras habis. Kawasan wisata di semarang ini, memiliki penawaran biaya yang sangat terjangkau sekali. Para pengunjung yang hendak masuk ke kawasan ini hanya dikenakan biaya masuk sebesar 5000 rupiah saja. Lalu untuk ongkos parkir sebesar Rp 2.000,- saja. Tarif parkir tersebut berlaku untuk kendaraan mobil maupun motor.

Tentu biaya seperti itu termasu murah mengingat keindahan yang ditawarkan di dalamnya. Memang semua tarif wisata di semarang sendiri tidak ada yang mahal, hampir semuanya terjangkau dan murah saja. Jangan lewatkan kesempatan ke Pantai yang satu ini apabila sedang berada di semarang.

Di manakah lokasi Pantai Maron yang menari tersebut? Kalau Anda ingin menuju ke sana, Anda harus menuju ke bagian barat kota Semarang. Pada intinya, lokasi wisata yang satu ini tidak jauh dari pusat kota Semarang. Oleh karenanya, Pantai Maron menjadi salah satu rujukan wisata anak muda semarang.

Pantai ini bisa dicapai dengan 2 rute yang dapat Anda pilih, yang pertama dari bandara ahmad yani. Lalu yang kedua Anda bisa mengakses Pantai ini melalui perumahan graha krapyak. Jarak tempuh dari kedua lokasi tersebut hanya sejauh 3 km saja. Itu berarti hanya butuh sekitar 10 sampai 15 menit saja untuk dapat sampai di Pantai tersebut.

Waktu 10 menit tersebut adalah waktu tempuh dengan menggunakan kendaraan motor atau mobil. Namun bila Anda datang kesana dengan jalan kaki pelan-pelan melalui graha perumahan krapyak, maka waktu tempuhnya adalah sekitar 30 menit. Tentu saja waktu selama itu tidak akan terasa apabila dijalani dengan santai dan dalam kondisi hati yang baik.

Objek Wisata di Pantai Maron

1. Hutan Mangrove
2. Budidaya Tambak Laut
3. Jembatan Batu
4. Sunset
5. Spot Foto

TAMAN BUDAYA RADEN SALEH

WISATA TAMAN BUDAYA RADEN SALEH

Obyek Wisata Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang – Sebagai Ibukota Jawa Tengah, Semarang memiliki beragam objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Tidak hanya wisata wisata alam, budaya hingga wisata kuliner, di semarang akan ditemukan berbagai jenis wisata yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Jika di Jakarta terkenal dengan Taman Ismail Marzuki, lalu di Jogja familiar dengan Taman Budaya Jogjakarta, Semarang juga memiliki taman buadaya yang tak kalah dengan taman budaya di kota lain. Taman budaya ini dijadikan sebagai pusat budaya dan kesenian di Semarang, yaitu Taman Budaya Raden Saleh atau biasa disingkat dengan nama TBRS Semarang.

Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) ini berada di pusat kota Semarang yaitu di Jalan Sriwijaya No 29 yang membuat TBRS mudah dijangkau serta tak pernah sepi pengunjung. Taman ini memiliki luas sekitar 90.000 m2 dimana dahulu taman budaya ini berupa sebuah kebun binatang yang kemudian di pindahkan ke tempat lain.

Tidak heran jika tmana ini masih berlantaikan tanah yang dihiasi dengan pepohonan rindang yang mengitari lokasi wisata. Beberapap pepohonan serta konturnya masih berupa tanah membuat taman budaya ini begitu sejuk.

Ada bergam objek wisata yang ada tempat ini, seperti pengunjung akan disajikan sebuah patung Raden Saleh yang sedang memegang keris. Lalu di sisi sebrang ada patung Ki Narto Sabdo dan di belakang patung terdapat gedung kesenian Ki Narto Sabdo yang biasanya menjadi tempat pementasan berbagai kesenian di Kota Semarang.

Di sebelah gedung Ki Narto Sabdo terdpaat deretan rapi gallery seni yang menjual berbagai pernak pernik kesenian dari para seniman Kota Semarang. Selain itu terdapat sebuah Gedung Serba Guna, Kantor Pengelolaan TBRS serta Kantor Dewan Kesenian Semarang atau biasa diseingkat dengan nama Dekase. Bagi pengunjung yang ingin menikmati pepohonan yang ada atau hanya berjalan jalan saja, di sekitar taman terdapat beberapa bagunann pendopo joglo yang digunakan sebagai tempat beristirahat para pengunjung.

Pada malam-malam tertentu, TBRS terdapat berbagai kegiatan pagelaran seni budaya yang rutin digelar. Pertunjukan seni budaya ini biasa digelar di Gedung Kesenian Ki Narto Sabdho. Pertunjukan tersebut diantaranya pertunjukan wayang orang oleh Ngesti Pandawa setiap Sabtu Malam, wayang kulit setiap Malam Senin Pahing, serta musik keroncong oleh Komunitas Keroncong setiap hari Rabu terakhir. Untuk harga tiket masuk pertunjukanna begitu terjangkau, dimulai dengan harga Rp 10.000 hingga Rp 25.000,- rupiah saja.

Jika pengunung merasa lapar maupun haus, tidak perlu keluar dari kompleks TBRS untuk mencari makanan maupun minuman. Karena di dalam kompleks TBRS terdapat berbagai macam menu makanan serta minuman yang di tawarkan di pujasera TBRS.

KOTA LAMA SEMARANG

WISATA KOTA LAMA SEMARANG

Tak kalah dari Kota Tua Jakarta, Semarang juga punya peninggalan sejarah yang bisa membuatmu merasa kembali ke masa lampau. Apa lagi kalau bukan wisata Kota Lama Semarang. Kawasan ini dulunya merupakan pusat perdagangan dan pemerintahan Kota Atlas di abad 19 – 20. Di dalamnya, terdapat sekitar 50 bangunan kuno yang mengusung gaya arsitektur Eropa tahun 1700-an.

Tak hanya bisa melihat-lihat dan mengagumi keindahannya, kamu juga bisa berburu foto di sini. Tak jarang ada anak-anak muda yang membuat foto pre wedding, album kelulusan, hingga sekedar selfie ria di sini. Selain itu, ada juga beberapa spot yang sudah mendapatkan sentuhan modern dan dikembangkan menjadi objek wisata yang lebih kekinian. Penasaran ada apa aja di dalamnya? Simak terus panduan wisata Kota Lama Semarang ini.

Pembangunan Kota Lama Semarang berawal dari ditandanganinya perjanjian antara Kerajaan Mataram dan VOC tanggal 15 Januari 1678 silam. Kala itu, Amangkurat II dari Mataram menyerahkan Semarang ke VOC sebagai tanda terima kasih karena sudah membantu menumpas pemberontakan Trunojoyo.

VOC pun kemudian membangun benteng Vifhoek sebagai pusat militer Belanda. Di sekelilingnya, mulai tumbuh daerah permukiman bernama de Europeeshe Buurt yang kemudian menjadi cikal bakal Kota Lama Semarang. Seiring dengan meningkatnya pemberontakan oleh penduduk pribumi, Vifhoek dibongkar dan diganti dengan benteng yang lebih besar. Dinding benteng ini mencapai Jl. Merak – Jl. Mpu Tantular – Jl. Kepodang – Jl. Cendrawasih.

Keberadaan benteng ini seakan membatasi de Europeeshe Buurt dengan daerah sekitarnya. Karena terkesan seperti sebuah kota yang berdiri sendiri, julukan Little Netherland pun muncul. Tahun 1824, benteng ini dirobohkan. Semakin lama, de Europeeshe Buurt semakin berkembang pesat. Berbagai kantor perdagangan mulai dibangun dan membuatnya menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan Kota Atlas saat itu.

Baru setelah Indonesia merdeka, pemerintah mulai mengambil alih perkantoran dan bangunan milik Belanda. Beberapa bangunan ini masih beroperasi dan difungsikan hingga sekarang. Di antaranya ada Gereja Blenduk, Stasiun Tawang, Pabrik Rokok Praoe Layar, dll. Ada banyak destinasi menarik yang bisa kamu jumpai di kawasan wisata Kota Lama Semarang. Beberapa ada yang masih mempertahankan bentuk aslinya. Namun ada juga yang sudah mendapat sentuhan modern.

1. Gereja Blenduk
2. Taman Srigunting
3. Pasar Klitikan
4. Semarang Contemporary Art Gallery
5. Old City 3D Art Museum Semarang

LAWANG SEWU

WISATA LAWANG SEWU

Bila anda berkunjung ke Kota Semarang, pastikan tidak melewatkan bangunan bersejarah yang satu ini, Lawang Sewu. Bangunan peninggalan Belanda yang tampak megah di pusat Kota Semarang di dekat Tugu Muda Semarang ini sangat ikonik dan terkenal di Semarang. Bangunan indah dan megah dengan dua menara kubah yang menjulang ini bisa membangkitkan jiwa petualangan anda yang ingin merasakan sesuatu yang baru, sesuatu yang menantang nyali anda.

Lawang Satu menjadi salah satu wisata sejarah yang terkenal di Semarang. Disebut Lawang Sewu karena konon pintu pintu di dalam gedung berjumlah seribu. Memang tidak main main banyaknya pintu di Lawang Sewu. Namun, bila anda ingin menghitungnya dengan tepat, maka hanya terdapat 600 daun pintu di sana. Namun, jendela jendela yang besar khas jendela bangunan Belanda yang besar bisa anda tambahkan untuk menggenapi jumlah kekurangan daun pintu tadi. Ya, secara harafiah, Lawang Sewu berarti seribu pintu, walau tidak tepat berjumlah seribu akan tetapi untuk menggambarkan betapa banyaknya pintu yang ada di dalam bangunan Lawang Sewu.

Lawang Sewu dibangun pada tahun 1904. Dan tiga tahun setelahnya, yaitu tahun 1907, bangunan ini selesai dibangun oleh pemerintah Kolonial Belanda pada masa itu. Lawang Sewu ini sebenarnya diperuntukkan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS, sebuah jawatan perkereta apian swasta milik Belanda pada masa itu.

Image Lawang Sewu berakhir saat Jepang menguasai Semarang tahun 1940an. Gedung megah ini diubah fungsinya menjadi tempat peristirahatan tentara Jepang. Sedangkan di ruangan bawah tanah digunakan untuk ladang pembantaian penduduk pribumi, pemuda Indonesia dan tentara Belanda. Kekejaman tentara Jepang memang sangat tersohor dalam sejarah. Lawang Sewu adalah saksi bisu bagaimana kekejaman tentera Jepang menyiksa dan membantai pemuda pemuda yang melawan mereka.

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Lawang Sewu sempat dijadikan kantor beberapa institusi pemerintah, diantaranya adalah Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang lebih dikenal sebagai PT KAI, Kantor Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Kementrian Perhubungan Jawa Tengah.

Memang sampai saat ini Bangunan Lawang Sewu sangat terkenal keangkerannya. Bahkan di sini sempat dijadikan tempat uji nyali dalam acara televisi yang diadakan oleh stasiun televisi swasta di Indonesia. Tapi walau begitu, sebagai Ikon kota Semarang, pemerintah Kota Semarang ingin menghilangkan kesan mistik gedung antik ini. Karenanya banyak event besar yang diselenggarakan di Lawang Sewu, mulai dari Fashion Show, penyuluhan, dan banyak lagi kegiatan lain demi memperlihatkan bahwa Lawang Sewu sebagai bangunan bersejarah dengan arsitektur mengagumkan daripada gedung dengan misteri yang sangat kental.

Namun image Lawang Sewu sebagai gedung paling berhantu di Jawa Tengah tidak dapat pudar begitu saja. Banyak cerita seram yang membungkus keindahan arsitektur Lawang Sewu. Cerita tentang noni Belanda yang selalu terlihat sebelum Maghrib tiba di salah satu bagian bangunan, mengenakan gaun berwarna merah. Atau cerita tentang suara suara jeritan dan tangisan yang terdengar pada malam hari dari gedung tua itu. Suara noni noni Belanda dan tentara Belanda yang dibantai dalam gedung yang terdengar dari kejauhan.

Satu lagi misteri Lawang Sewu ada di ruang bawah tanah, tempat para pemuda Indonesia dibantai. Dikurung dalam penjara jongkok yang berukuran 1 x 1 meter itu banyak pemuda dan pribumi yang meregang nyawa karena mati rasa atau kedinginan setelah direndam berhari hari di dalam bak berisi air tersebut. Atau penjara berdiri yang menjadi saksi banyak nyawa hilang karena dipenggal setelah dipenjara berdiri dan berdesakan dalam ruangan 90 x 1 meter. Padahal pada jaman Belanda, ruangan bawah tanah dahulu difungsikan sebagai saluran air, karenanya banyak air di tempat ini bahkan sampai sekarang pun ruangan bawah tanah Lawang Seru masih tergenang air sehingga harus dipompa.

Bila anda ingin mengunjungi ikon Kota Semarang ini, disarankan untuk menyewa jasa Guide di sana. Anda tentunya tidak mau mengalami gangguan saat menyelami keindahan sekaligus keangkeran Lawang Sewu. Lawang Sewu saat ini sudah dipugar dan menjadi indah kembali. Hanya beberapa ruangan yang dilarang untuk didatangi, karenanya akan lebih baik untuk menyewa jasa guide saja untuk menghindari hal hal yang tidak dinginkan.

PANTAI SIGANDU

WISATA PANTAI SIGANDU

Pantai Sigandu merupakan pantai yang terletak di bagian utara pulau Jawa, tepatnya di Desa Klidang Lor, Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Karena letaknya yang di daerah utara pulau Jawa membuat ombak yang ada di pantai ini tidak terlalu besar, pantainya yang landai juga nyaman digunakan untuk bermain.

Akses lokasi pantai Sigandu

Pantai Sigandu dapat diakses dari kota Batang ke utara sekitar 4 kilometer, Anda dapat berkunjung kesana menggunakan kendaraan pribadi, cukup mudah menemukan pantai Sigandu karena sudah banyak petunjuk jalan yang mengarah ke pantai ini.

Jika Anda tetap kesulitan Anda bisa bertanya atau melihat peta yang sudah garispantai.com siapkan dibawah, cukup buka menggunakan handphone Anda yang sudah memiliki fasilitas GPS Anda akan segera diarahkan kepantai Sigandu ini.

Fasilitas pantai Sigandu

Fasilitas yang terdapat di pantai Sigandu ini lumayan lengkap mulai dari tempat bermain playground jika Anda membawa anak-anak, lapangan voli bagi Anda yang suka olahraga. Saat lapar tiba juga sudah disediakan warung atau kafe yang berderet di pinggir pantai, dekorasi dan desain warung dan kafe yang ada bertema tradisional dan menawarkan beraneka menu khas daerah setempat seperti nasi megono dan lauk gimbal rebon yang dapat membuat perut keroncongan.

Di pantai Sigandu juga terdapat kolam pemancingan, ini sangat cocok bagi babak-bapak yang ingin menghabiskan waktu sembari menyalurkan hobi memancing, sedang keluarga yang lain bermain dipantai. Ada juga pohon cemara yang berjejer di pinggir pantai, membuat pantai ini jadi sarana liburan keluarga, Anda dapat menggelar tikar dibawah pohon sembari menyantap bekal makanan bersama keluarga tercinta.

Untuk Anda yang suka adrenalin ada juga arena outbond yang menyediakan flying fox, dan juga ada yang menyewakan motor ATV yang bisa Anda sewa untuk berkeliling pantai. Pihak pengelola juga menambahkan wahana Batang Dolphin Center yang bekerja sama dengan Taman Safari Indonesia yaitu atraksi lumba-lumba yang menarik, jangan lupa jika berkunjung ke pantai Sigandu sempatkan untuk melihat atraksi lumba-lumba.

Di pantai ini Anda dapat berenang dengan tenang karena ombak dari pantai ini tidak terlalu besar, di pinggir pantai biasanya digunakan untuk bersantai duduk-duduk sembari menikmati keindahan alam.

Yang menarik pada pantai ini adalah ketika matahari tenggelam, pancaran warna jingga dilangit membuat suasana romantis yang ada semakin kuat. Untuk harga tiket masuk pantai Sigandu sekitar 5000 rupiah per orang (harga dapat berubah sewaktu-waktu).

TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI

WISATA TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI

Sedang bingung untuk menghabiskan akhir pekan? Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Palutungan, Kuningan, Jawa Barat bisa menjadi alternatif. Suasanya masih asri dan cuaca yang sejuk akan menjadi tempat menghabiskan akhir pekan yang menyenangkan. Sebenarnya hanya sebagian kawasan TNGC yang masuk wilayah Kuningan, karena sebagian yang lain masuk kawasan Majalengka.

Banyak pendaki gunung yang datang bila musim libur tiba, Ya Gunung Ciremai memang dikenal sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat, mungkin ini pula yang menjadi satu daya tarik bagi para pendaki. “Udara sejuk memang menjadi salah satu alasan wisatawan untuk datang ke Kuningan, untuk itu obyek wisata alam seperti TNGC ramai pada akhir pekan,” ujar Kepala Dinas Pariwisita dan Budaya Kuningan.

Di akhir pekan, bukan hanya pendaki yang datang. Banyak orang yang datang untuk mencari udara segar dan melihat panorama yang indah. Mereka datang bersama keluarga ataupun teman. Kalau mau menginap pun, ada lokasi yang sengaja dibuat untuk berkemah di sini. “Tak akan bosan untuk datang ke TNGC, ada banyak hal dan aktivitas yang dapat dilakukan di sana, selain menjadi jalur pendakian, pengunjung bisa hanya menikmati angin segar, mengunjungi Curug Putri hingga berkemah,”.

Air Terjun Putri berada tak jauh dari pintu utama masuk ke dalam kawasan TNGC, Palutungan dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama lima menit. Kawasan air terjun yang satu ini tak terlalu besar, untuk masuknya juga tak dikenakan biaya lagi karena masih berada dalam kawasan TNGC. “Di Kuningan tak ada obyek wisata yang mahal, untuk masuk TNGC pengunjung juga sebenarnya tak dikenakan biaya hanya penggantian uang pemeliharaan saja,”.

Gemericik suara air terjun sering mengundang pengunjung untuk berenang. Dalam pengamatan Kompas Travel, kawasan ini sangat diminati remaja. Ada sensasi tersendiri saat menikmati sejuknya air terjun yang turun langsung dari ketinggian hampir 12 meter ini. Setelahnya jangan lupa mampir ke warung-warung kecil disekitar untuk menikmati segelas kopi panas ataupun mi rebus yang dijajakan oleh penduduk sekitar.