DESA TONGGING SUMATERA UTARA

WISATA DESA TONGGING SUMATERA UTARA

Banyak sekali tempat-tempat indah dengan pemandangan eksotis di provinsi Sumatera Utara yang dapat dijadikan sebagai tujuan untuk berwisata. Salah satunya adalah Desa Tongging yang terletak di sebelah utara Danau Toba, tepatnya terletak di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Desa tersebut berjarak sekitar 40 kilometer dari kota Berastagi dan dapat ditempuh melalui perjalanan darat. Di sepanjang jalan menuju desa Tongging, akan melintasi jalur yang dipenuhi dengan tanjakan serta turunan yang memotong hijaunya perbukitan. Berkendara sambil menyusuri jalan yang berkelok-kelok di sepanjang pinggiran bukit menuju Desa Tongging akan memberikan sensasi dan pemandangan yang mempesona.

Sejauh mata memandang, keindahan alam Desa Tongging yang mempesona dapat memukau dan memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Dari situ pula dapat dilihat indahnya pesona Danau Toba yang memukau melalui ketinggian bukit yang terdapat di desa tersebut.

Selain itu, tampak jelas hamparan pertanian yang luas dan peternakan ikan nila dan ikan mas di Desa Tongging, yang memang di budidayakan oleh masyarakat setempat di sekitar Danau Toba. Hal tersebut menggambarkan bahwa mayoritas masyarakat di desa tersebut adalah Petani dan Nelayan.

Banyak sekali hal-hal menarik dan menyenangkan yang dapat dilakukan saat berwisata ke Desa Tongging, diantaranya adalah menikmati segarnya bermain air di pinggiran danau Toba. Selain itu, juga dapat menyewa perahu-perahu kecil yang memang disewakan oleh penduduk setempat untuk berkeliling dan menikmati indahnya pemandangan danau dari atas perahu.

Sudah pasti ini akan menjadi liburan yang sangat menyenangkan! Berkeliling dengan perahu kecil sambil menikmati sejuknya air dan berfoto-foto mengabadikan keindahan alam yang mempesona. Bagi wisatawan yang menyukai kegiatan Hiking atau pendakian, bisa juga menyusuri lintasan hutan yang telah disediakan untuk mendaki Gunung Sipiso-piso yang berada sangat dekat dari Desa Tongging. Stamina yang prima sangat dibutuhkan untuk melakukan pendakian ini, mengingat Gunung Sipiso-piso memiliki ketinggian sekitar 1.400 meter dari permukaan laut.

Tak hanya itu, pesona lainnya masih bisa dinikmati dan ditemukan di desa Tongging, salah satunya adalah kegiatan Paralayang. Bagi wisatawan yang menyukai olahraga yang populer ini, dapat melakukannya dari salah satu bukit yang ada di Desa Tongging. Olahraga ini juga telah banyak mengundang para wisatawan untuk datang untuk menikmati serunya melayang diatas bukit-bukit yang hijau sambil memandang indahnya Danau Toba.

Tempat berikutnya yang menawarkan pemandangan mempesona di Desa Tongging adalah Air Terjun Sidompak yang berada tidak jauh dari desa tersebut. Kemudian Air Terjun Sipiso-piso yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Desa Tongging. Kedua air terjun tersebut merupakan tempat yang indah dan memiliki pesona yang begitu eksotis dan sayang bila kita melewatkannya.

Terakhir kurang lengkap, jika Anda belum mencoba masakan khas yang terdapat di sana. Wisatawan bisa mencicipi nikmatnya masakan khas yang bernama Arsik Ikan Mas. Masakan ini merupakan salah satu makanan yang dimasak dengan resep turun temurun. Banyak sekali pondok-pondok di Desa Tongging yang bisa kita temukan dan menjual makanan khas yang diambil langsung dari peternakan ikan milik mereka. Tak ada salahnya, jika Anda memasukkan Desa Tongging ke dalam daftar tempat wisata yang harus dikunjungi?

Untuk menemukan tempat menginap di Desa Tongging juga tidaklah sulit, karena didaerah ini banyak sekali penginapan berupa Wisma dan Bungalow yang bisa disewakan. Harga yang ditawarkan juga sangat bervariasi, tergantung pada fasilitas dan view atau pemandangan yang ada disekitarnya. Sehingga, wisatawan bisa memilih penginapan yang sesuai dengan anggaran yang dimiliki.

Bagi wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh juga tak perlu khawatir. Terdapat banyak tempat yang menjual oleh-oleh untuk dibawa pulang di Desa Tongging. Salah satu tempat yang paling sering dikunjungi wisatawan untuk membeli oleh-oleh adalah Desa Silalahi di kecamatan Sabungan kabupaten Dairi.

Ditempat ini, banyak menemukan tempat yang menjual beraneka barang-barang etnik khas suku setempat yang dapat dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang. Untuk sampai ke desa tersebut, wisatawan harus beranjak meninggalkan Desa Tongging dengan kendaraan dan menempuh jarak sekitar 11 kilometer dari desa Tongging.

GOA GONG

WISATA GOA GONG

Jawa Timur gak cuma punya kawasan Bromo aja yang populer hingga ke mancanegara loh travelers. Karena ternyata di Pacitan, sebuah kawasan yang terkenal kering dan tak subur karena demografinya yang dikelilingi dengan pegunungan kapur, menyimpan banyak pesona wisata yang begitu menakjubkan. Meski termasuk dalam daerah gersang dengan kandungan hara yang sedikit sehingga tidak bermanfaat untuk pertanian, namun rupanya memberikan keindahan lain yang mampu membuat berdecak kagum.

Dan dengan kontur tanah yang demikian, Pacitan menawarkan wisata goa yang dikenal dengan nama Goa Gong yang menawarkan pemandangan indah dari stalaktit dan stalamit yang begitu menakjubkan. Goa ini bahkan menjadi salah satu dari tujuh tempat wisata yang menjadi andalan Kabupaten Pacitan. Bahkan karena keindahan stalaktit dan stalakmit yang dimiliki membuat Goa Gong menjadi goa terindah se-Asia Tenggara.

gua gongSecara administratif, Goa Gong masuk dalam kawasan Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamtan Punung, yang jika dari pusat kota Pacitan berjarak sekitar 37 km. Goa ini berada diantara gunung-gunung berapi non-aktif yang ada di Jawa Timur seperti Gunung Manyar di sisi utara, Gunung Gede di sisi timur, Gunung Karang Pulut di sisi selatan, dan juga Gunung Grugah di sisi barat. Kedalaman Goa Gong mencapai 256 meter dan dibutuhkan waktu 2 jam untuk menelesuri keseluruhan area goa.

Keberadaan goa ini disebabkan dari aktivitas vulkanik dan gerakan temik yang telah berlansung selama ratusan hingga ribuan tahun yang lalu. Stalaktit dan stalakmit yang dimiliki Goa Gong sendiri telah berusia ratusan tahun. Gong adalah salah satu alat musik tradisional Jawa yang ditabuh dan kerap tampil bersama gamelan. Suara tabuhan yang menyerupai bunyi gong menjadi alasan masyarakat untuk memberikan goa ini nama Goa Gong. Bunyi gong tersebut berasal dari tetesan air dalam goa yang mengenai stalaktit dan stalakmit.

Meski berlangsung alami namun bunyi tersebut terdengar begitu harmonis dan indah. Bahkan sejak dari pintu masuk, bunyi tersebut sudah terdengar merdu. Belum lagi kala melihat keindahan dari satalaktit dan stalakmit yang rata-rata tiap tahunnya tumbuh sepanjang 0,1 hingga 0,13 mm. Pilar-pilar stalaktit tersebut tumbuh tinggi dan tidak saling berumbuk sehingga nampak seperti ukiran yang begitu menakjubkan.

goa gongPemandangan lain yang akan travelers temui di Goa Gong adalah rekahan endapan kalsium, shawl drappery atau stalaktit yang masih meneteskan air, hingga danau kecil yang terbentuk dari tetesan air di ujung-ujung goa. Sejumlah lampu warna-warni yang sengaja di tempatkan di dalam goa semakin menambah keindahan goa. Namun dengan banyaknya tetesan air yang ada di dalam goa, travelers perlu untuk berhati-hati karena lantainya yang licin. Untuk menikmati pemandangan yang ditawarkan Goa Gong pun travelers tak perlu membayar mahal, hanya Rp 5.000/orang.

Sejumlah penjaja kuliner dan cindera mata siap menyongsong anda seusai menjelajah goa. Sehingga gak perlu pusing lagi mau cari makan ataupun oleh-oleh dimana. Kalau butuh penginapan, searching aja di 100malam yang kasi travelers banyak hotel di Pacitan dengan harga murah. Dari Pacitan mau lanjut ke Jogja ataupun Solo juga gak masalah, karena 1001malam punya semua daftar hotel murah se-Nusantara yang bisa kamu booking secara online.

SUNGAI KAMPAR

WISATA SUNGAI KAMPAR

Sungai Kampar merupakan salah satu dari empat sungai terbesar di Provinsi Riau yang memiliki luas 24.548 km2 dengan kedalaman yang diperkirakan sekitar 8 m yang mengalir melintasi dua provinsi yaitu Sumatera Barat dan Riau. Sungai ini berhulu di Bukit Barisan dan bermuara di Selat Malaka. Sungai ini merupakan pertemuan antara dua buah sungai, yaitu sungai Kampar Kanan dan Kampar Kiri. Pertemuan antara kedua sungai ini bermuara di selat malaka di daerah Langgam Kabupaten Pelalawan.

Sungai Kampar Kanan berasal dari mata air Gunung Gadang, dengan volume air 5.231 km2. Awalnya aliran air sungai ini mengalir ke utara kemudian berbelok ke timur bertemu dengan anak sungai Kapur nan Gadang, sungai ini mengalir dengan kemiringan sedang yang melewati lembah Batubersurat. Selanjutnya aliran sungai ini bertemu dengan anak sungai Mahat, mengalir ke arah timur. Kecepatan aliran penampang sungai Kampar Kanan di sekitar Bangkinang berkisar antara 750 – 1000 m3/det dengan kemiringan dasar sekitar 0,0008.

Sungai Kampar Kiri berasal dari mata air gunung Ngalautinggi, gunung Solokjanjang, gunung Paninjauan nan elok, dengan volume air 7.053 km2. Sungai kampar Kiri memiliki Dua anak sungai besar bernama sungai Sibayang dan sungai Singingi. Sungai Sibayang mengalir bertemu dengan anak sungai Biobio dengan kecepatan aliran sekitar 500 m3/det. Selanjutnya bergabung dengan sungai Singingi, dan anak sungai Teso.

Bagian hulu sungai Kampar Kiri mempunyai kapasitas aliran sekitar 600 m3/det. Sedangkan di bagian hilir sungai Kampar Kiri, di hilir pertemuan dengan sungai Teso mengecil. antara 200 – 400 m3/det. Kemudian bertemu dengan sungai Kampar Kanan di Langgam. Setelah pertemuanya bernama sungai Kampar sampai ke muaranya di Selat Malaka, dengan kapasitas pengaliran penampang sungai sekitar 1200 m3/det. Lebar sungai Kampar bagian hilir lebih dari 1 km sepanjang 100 km.

Bagian hulu sungai Kampar berada di pegunungan Bukit Barisan, Provinsi Sumatera Barat. Hulu sungai ini terletak di Kabupaten Limapuluh Koto, Pasaman dan Sawah Lunto di Propinsi Sumatera Barat, sedangkan bagian tengah wilayah sungai hingga muara terletak di Propinsi Riau, yaitu terdiri dari Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, Kuantan Singing, Palalawan, Siak dan Pekanbaru.

Bagian hulu Sungai Kampar yang berada di provinsi Sumatera Barat relative masih baik kondisi hutannya. Terdapat sedikit irigasi kecil dan irigasi desa di Kabupaten Limapuluh Kota. Di wilayah Sumatera Barat juga terdapat tambang emas tradisional.

Di bagian tengah sungai Kampar pengembangan kebun sawit sangat pesat, bahkan mengalahkan potensi pengembangan irigasi sawah. Di satu sisi perkembangan kebun sawit telah meningkatkan kesejahteraan petani kebun dan pendapatan daerah. Namun di sisi lain pengembangan kebun sawit telah membuka lahan secara besar-besaran, sehingga berpeluang meningkatkan erosi tanah dan mempercepat aliran air hujan ke sungai, akibatnya potensi banjir akan lebih besar. Untuk itu perlu adanya studi/penelitian lebih lanjut untuk mencari upaya-upaya guna memperkecil dampak buruk tersebut. Serta menerapkan hasil penelitian tersebut di lapangan oleh pihak swasta/para pemilik kebun guna mencegah kerusakan lingkungan lebih jauh lagi.

Terdapat 1 (satu) bendungan, yaitu Koto Panjang. Pembangunan waduk Koto Panjang adalah dalam rangka penyimpanan air untuk peningkatan ketersediaan energi listrik (114 MW) bagi kebutuhan pembangunan.

Selain bendungan sungai kampar juga dijadikan sebagai waduk. Waduk ini dibangun dengan nama Waduk Koto Panjang mempunyai kapasitas tampung sebanyk 1.545 juta meter kubik dengan luas permukaan tidak kurang dari 124 Km2. waduk ini memberikan dampak yang sangat luas kepada kawasan hilir (downstream) terutama pada daerah pedesaan seperti Rantau Berangin, Kuok, Salo, Bangkinang, Air Tiris, Kampar, Danau Bingkuang, Kualu, Pekanbaru, Teratak Buluh, Langgam, dan lain-lain serta pada kawasan hulu seperti desa Batu Besurat dan sekitarnya. Waduk ini dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi.

Pengaruh pasang surut masuk sejauh 229 km dari muara sungai dengan tinggi fluktuasi pasang rerata 2,1 m, dan pasang tertinggi 4,05 m. Alur sungai Kampar dapat dilayari kapal angkutan barang dan penumpang ukuran kecil sampai ke Pangkalan Baru (hilir Teratak Buluh) yang berjarak 300 km dari muara sungai.

Pada bagian muara sungai terdapat gerakan gelombang pasang yang terjadi tiba-tiba dan membentuk gelombang cukup besar, disebut “ Bono “. Kejadian Bono dapat mengganggu dan membahayakan keselamatan pelayaran sungai, bahkan telah banyak terjadi korban. Namun, Sungai ini sering dijadikan sebagai tempet berselancar oleh para peselancar dunia karena gelombang bononya. Bono Sungai Kampar yang dikenal di kalangan peselancar dengan sebutan Bono Seven Ghosts. Sebutan Bono Seven Ghosts adalah gelombang tingggi sungai Kampar yang bisa berderet secara bersamaan hingga tujuh ombak dengan tinggi mencapai 5-6 meter. Tingginya ombak tersebut otomatis menciptakan barrel atau terowongan ombak yang membuat para pencari ombak menemukan ekstasi dalam berselancar.

NGARAI SIANOK

WISATA NGARAI SIANOK

Bukittinggi terkenal sebagai sebuah kota dataran tinggi yang dikelilingi kontur alam yang berbukit-bukit. Kondisi alam di sekeliling kota ini menjadi suatu anugerah tersendiri bagi kota dengan udara yang sejuk ini. Selain dikaruniai dengan lahan yang subur, kota ini memiliki panorama alam yang sangat indah di hampir seluruh penjuru, sehingga menjadi daya tarik bagi sektor pariwisata. Salah satu contoh keindahan tersebut adalah panorama bentangan alam di sekitar Ngarai Sianok.

Ngarai Sianok merupakan sebuah lembah sempit yang dikelilingi oleh bukit-bukit bertebing curam yang dihiasi dengan aliran sungai kecil di tengahnya. Kontur Lembah Sianok terbentuk karena proses turunnya sebagian lempengan bumi, sehingga menimbulkan patahan berwujud jurang yang curam.

Ngarai ini membentang sejauh 15 km dari sisi selatan Nagari Koto Gadang hingga Nagari Sianok Enam Suku, dengan kedalaman tebing mencapai 100 meter dan lebar celah sekitar 200 meter.

Patahan di Sianok ini merupakan bagian dari Patahan (Sesar) Semangko yang membelah Pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang dari Aceh hingga Teluk Semangka di Lampung. Sesar Semangko sendiri merupakan lokasi patahan yang membentuk Pegunungan Bukit Barisan.

Ngarai Sianok merupakan wujud visual yang paling jelas dari aktivitas pergerakan lempeng bumi (tektonik) di Pulau Sumatera ini. Proses terbentuknya patahan tersebut menghasilkan sebuah kawasan yang subur dengan panorama yang indah.

Kawasan ini memiliki sebutan lain yaitu, Lembah Pendiam, karena suasananya yang tenang dan damai. Didukung dengan udaranya yang bersih dan sejuk, diiringi latar suara kicauan burung dan gemericik air sungai, ngarai ini cocok sebagai tempat melepaskan beban pikiran dari rutinitas sehari-hari.

Karenanya, banyak warga Kota Bukittinggi mengisi akhir pekan mereka dengan berolahraga di sekitar ngarai ini. Olahraga yang biasa dilakukan di sini antara lain, trekking, bersepeda gunung, maupun sekedar berjalan-jalan ringan melepas kepenatan.

Jika Anda hanya singgah sejenak di Bukittinggi dan tidak memiliki banyak waktu, tidak perlu khawatir. Anda masih dapat menikmati keindahan panorama Ngarai Sianok yang menghijau dari kejauhan di sebuah tempat bernama Taman Panorama.

Di taman yang terletak di Jalan Panorama, Kota Bukittinggi ini, pengunjung dapat bersantai sejenak sambil mengagumi dan mengabadikan pemandangan indah lembah ini. Sambil menikmati suasana, pengunjung juga bisa berbelanja beberapa souvenir khas Bukittinggi di kios-kios di sepanjang jalan setapak taman ini.