PANTAI TANJUNG TINGGI

WISATA PANTAI TANJUNG TINGGI

Pantai Tanjung Tinggi atau yang biasanya disebut dengan Pantai Bilik terletak di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk kurang lebih sekitar 30km dari Kota Tanjung Pandan. Di pantai ini juga pernah digunakan sebagai lokasi syuting film Laskar Pelangi ataupun Sang pemimpi. Pantai Tanjung Tinggi ini berpasir putih halus dihiasi tebaran ratusan granit raksasa dengan air lautnya yang berwarna kehijauan serta ombaknya yang tenang.

Ombak yang tenang di pantai ini adalah karena posisinya yang merupakan sebuah teluk kecil dengan panjang kurang lebih 100meter yang diapit oleh 2 semenanjung. Batu-batu granit yang ada di kawasan ini dapat berukuran ratusan kubik. Tumpukan batu-batu granitnya membentuk bukit-bukit di sepanjang pantai serta lorong-lorong ataupun goa-goa kecil yang menyekat-nyekat pantai Tanjung Tinggi sendiri.

Pengunjung tour Belitung selain dapat bermain dengan pasir putihnya yang lembut dapat juga berenang di pantainya dengan melewati lorong-lorong batu granit raksasa dengan dan memanjat batu-batu untuk melihat pemandangan Tanjung Tinggi atau dapat berfoto-foto disini. Ombak di pantai ini tidak terlalu besar, air lautnya yang sangat jernih dengan permukaan bawah laut yang berpasir.

Setelah masuk di kawasan wisata ini, anda akan takjub melihat batu-batu yang sangat besar, apalagi bentuk-bentuknya yang cekung seperti gua lalu bertumpuk sampai ke batu-batu yang terdampar di tepi laut.

Ada beberapa versi yang menjelaskan tentang asal-usul batu granit tersebut, salah satunya adalaeh teori tentang letusnya Gunung Krakatau di Selat Sunda pada tahun 1883. Saking dahsyatnya letusan tersebut, bebatuaannya pun terbang hingka ke Belitung dan sebagian menancap di Tanjung Tinggi.

Salah satu batu menarik lainnya adalah batu terjepit yang dimana menunjukkan suatu sudut di antara bebatuan. Ada suatu batu yang dimana ketika anda berfoto di dalam celah batunya, sesaat tubuh anda seperti menghilang.

Dahulunya tempat ini adalah pelabuhan bagi nelayan di Desa terdekat Keciput atau Tanjung Tinggi. Masyarakan disini selalu ramah terhadap tamu atau wisatawan yang berkunjung di tempat wisata ini.

Di pantai ini juga terdapat beberapa tempat makan yang menyediakan menu-menu masakan laut dan kuliner lokal seperti gangan serta minuman kelapa muda. Untuk menuju lokasi ini diperlukan waktu sekitar setengah jam perjalanan darat menuju pantai ini. Dari Tanjung Pandan anda bisa menggunakan ojek atau mobil pribadi untuk menuju lokasi ini.

Anda tidak perlu khawatir unuk mencari penginapan di sekitar wisata ini. Banyak penginapan atau losmen yang disediakan warga sekitar. Jika anda mencari hotel yang berbintang anda bisa mencarinya di sekitar Kota Bangka.

PANTAI TEMBOKO LEHI

WISATA PANTAI TEMBOKO LEHI

Berbeda dari kebanyakan, Pantai Temboko Lehi di Sulawesi Utara memiliki air yang bersuhu panas. Bahkan Temboko Lehi disebut merupakan satu-satunya pantai air panas di Indonesia. Pantai Temboko Lehi atau dikenal juga dengan nama Pantai Lehi merupakan salah satu pantai unik yang terletak di Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara. Jaraknya sekitar 137 km dari pusat kota Manado.

Pantai ini memiliki air laut yang berwarna biru dan panorama yang cukup indah di sekelilingnya. Yang membuatnya unik adalah air lautnya yang tidak dingin tetapi panas. Pantai Lehi ini ternyata terletak di kaki gunung api Karengetang yang masih aktif.

Karena itulah di sepanjang garis pantai, air akan terasa panas. Bahkan air lautnya pun tidak asin seperti air laut pada umumnya. Sehingga membuat ikan-ikan tidak berani mendekat dan hidup di kawasan perairan Pantai Lehi.

Jika Anda menggali pasir pantainya, Anda bisa melihat uap air laut panas tersebut menyembul ke udara. Disarankan untuk berhati-hati jika anak-anak sedang bermain pasir, karena uap air yang keluar betul-betul panas. Telur mentah pun bisa matang jika dicelupkan ke pantai ini.

Hal itu menandakan jika suhu air sangat panas, sehingga para wisatawan tidak diperbolehkan sembarangan berenang di pantai ini. Jika ingin merasakan hangatnya air laut Pantai Lehi ini, Anda bisa menuju ke sebuah kolam kecil yang ada di sekitar pantai.

Kolam tersebut merupakan bak pemandian yang telah lama digunakan oleh warga setempat untuk keperluan mandi. Jangan khawatir, karena air di kolam tersebut tidak terlalu panas namun cukup hangat.

Selain di kolam pemandian tersebut, Anda juga bisa menikmati hangatnya air laut Pantai Lehi di bagian pantai yang bertebing dan berbatu. Pengunjung di pantai ini masih terbilang sangat sedikit. Hal ini dikarenakan masih cukup minimnya informasi.

Pantai Temboko Lehi ternyata memiliki jarak yang cukup jauh dari Manado yakni 137 kilometer. Jalur laut merupakan satu-satunya rute untuk berkunjung ke pantai ini. Anda dapat menyewa kapal dari pelabuhan Manado untuk menuju Pantai Temboko Lehi. Estimasi waktu perjalanan hingga empat jam lamanya jadi jika bisa anda sudah menuju ke pulau dalam keadaan masih pagi.

PANTAI SIUNG

WISATA PANTAI SIUNG

Salah satu pantai yang menyimpan potensi alam yang luar bias adalah Pantai Siung Gunung Kidul. Meskipun di kalangan para wisatawan pantai ini tidak se-terkenal pantai Baron, tetapi bagi para petualang panjat tebing, pantai ini merupakan tempat yang wajib dikunjungi.

Pantai siung ini terletak di Kecamatan Tepus berjarak 100 km dari kota Yogyakarta menawarkan tempat pemanjatan yang menantang dan pesona pemandangan laut yang menarik. Banyak para pemanjat dari dalam maupun luar negeri berkunjung ke tempat ini untuk mencoba menaklukkan tebing yang berada di pantai Siung ini.

Pantai ini cukup luas untuk melakukan berbagai macam aktivitas, mulai dari bermain pasir dan ombak, memancing dan bermain voli pantai. Kondisi pantai ini tidak terlalu ramai dan cenderung sepi sehingga sangat nyaman dan tenang untuk berlibur.

Salah satu pesona yang menonjol dari pantai ini adalah batu karanganya yang berukuran raksasa di sebelah timur dan barat memiliki peran yang penting, selain untuk memperindah dan pembatas dengan pantai lain, karang tersebut menjadi dasar penamaan pantai ini.

Batu karang tersebut terletak agak menjorok ke laut dan menurut seorang sesepuh di tempat ini yang bernama Wastoyo, penamaan pantai ini diambil dari bentuk batu tersebut yang menyerupai gigi kera atau Siung Wanara. Hingga sekarang batu tersebut masih dapat dinikmati keindahannya berpadu dengan gempuran ombak yang selalu menerpanya menyajikan pemandangan yang dramastis.

Karang berbentuk siung tersebut hingga kini masih tahan dengan gerusan ombak dan menjadi saksi kejayaan wilayah Siung pad masa lalu. Menurut cerita sesepuh tersebut, wilayah Siung pada masa para wali menjadi pusat perdagangan di wilayah Gunungkidul. Tidak jauh dari pantai ini tepatnya di wilayah Winangun berdiri sebuah pasar. Ditempat tersebut berdiam Nyai Kami dan Nyai Podi, istri abdi dalem Keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Sebagian besar warga Siung pada wakatu itu berprofesi sebagai petani garam walaupun tempat tersebut banyak terdapat jenis ikan tapi warga tidak banyak yang berani melaut saat itu. Garam yang dihasilkan warga Siung ini menjadi barang dagangan utama di pasar Winangun tersebut.

Anda juga bisa naik ke deretan tebing karst yang megah berdiri di sebelah barat pantai ini. Tebing inilah yang biasa digunakan oleh para pemanjat ntuk melakukan olah raga dan uji keberanian panjat tebing dia alam. Diantara tebing tersebut tedapat tanah lapang yang bisa digunakan untuk tempat berkemah dan menyalakan api unggun. Dari ketinggian tebing tesebut anda dapat melihat pantai Siung secara utuh keseluruhan yang sangat menakjubkan.

Tidak jauh dari ground camp atau tempat berkemah tersebut berdiri rumah panggung kayu yang bisa dimanfaatkan untuk base camp atau bermalam sebuah pilihan selain mendirikan tenda di tempat ini. Ukuran base camp tersebut cukup untuk 15 orang. Anda dapat menyewa tempat tersebut dari warga setempat untuk bermalam di base camp sambil menikmati suasana malam di pantai Siung ini.

Saat malam tiba dan suasana mulai sepi, kalau beruntung anda akan dapat melihat sekelompok kera ekor panjang turun dari puncak tebing menuju pantai. Kera yang habitatnya makin langka ditempat ini masih dapat bisa kita jumpai pada malam hari.

SEGARA ANAKAN

WISATA SEGARA ANAKAN

Surga yang tersembunyi, begitulah kira-kira gambaran Pulau Sempu dan Segera Anakan. Keindahan sebuah pantai sangat jelas terlihat di pulau yang terletak di Kota Malang ini. Pulau ini seperti belum banyak terjamah tangan-tangan manusia karena letaknya yang bersembunyi dibalik sebuah kawasan cagar alam.

Pulau Sempu dengan Sagara Anakan terletak di Sumbermanjing salah satu Kabupaten di Kota Malang. Pulau ini menyembunyikan keindahan pantai dengan suasana yang masih menyatu dengan alam. Pasir putih yang lembut saat bersentuhan dengan kaki, jernihnya air dengan perpaduan warna biru dan hijau, membuat kita dimanjakan oleh kecantikan salah satu pantai yang ada di kota berjuluk Kota Apel ini.

Kedamaian suasana sambil melihat permainan ombak yang tenang dan hembusan angin yang sejuk membuat Anda seperti merasa tinggal di surga hingga pikiran dan tubuh enggan untuk pergi dari Sagara Anakan yang merupakan telaga di Pulau Sempu.

Danau Segara Anakan telah terbentuk sejak berjuta-juta tahun lalu dan merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi oleh Pemerintah Kota Malang. Dikelilingi bukit-bukit karang yang menjulang tinggi, membuat ombak laut selatan yang ganas tidak dapat masuk ke dalam Segara Anakan.

Air laut yang mengisi telaga masuk melalui lubang yang secara konstan selalu menembus Segara Anakan. Percikan deburan ombak yang masuk melalui lubang memberikan pemandangan yang mungkin jarang Anda jumpai sebelumnya.

Ombak yang tenang memberikan suasana yang tentram di telaga Segara Anakan. Belum lagi kemunculan Kera Putih dan Lutung Jawa yang sering berkeliaran disekitar area ini, membuat jalan-jalan ke telaga Segara Anakan di Pulau Sempu terasa begitu menyenangkan.

Selain menikmati keindahan Pulau Sempu dan Segera Anakan, Anda juga bisa melakukan kegiatan snorkeling. Menyelam di pulau ini serasa menikmati keindahan surga alam Indonesia di pulau pribadi.

Kelestaraian alam di Pulau Sempu dan telaga Segara Anakan yang jauh dari peradaban ini, seperti dapat menjernihkan pikiran dan tubuh yang penat dengan rutinitas sehari-hari.

Pulau Sempu beserta telaga Segara Anakan merupakan salah satu bukti bahwa Indonesia kaya akan keindahan alam yang tidak ada habis-habisnya untuk kita kagumi. Pastinya tidak akan kecewa bila berwisata ke Pulau yang satu ini dengan pemandangan yang super keren dan suasana yang tentram menenangkan.

PANTAI SULAMADAHA

WISATA PANTAI SULAMADAHA

Provinsi Maluku Utara memang tidak pernah kekurangan destinasi wisata yang eksotis. Selain Morotai yang lekat dengan wisata sejarahnya, Maluku Utara juga punya Pantai Sulamadaha, salah satu andalan destinasi wisata Kota Ternate.

Untuk mencapai Pantai Sulamadaha dari pusat Kota Ternate dibutuhkan waktu sekitar 30 hingga 45 menit dengan jarak perjalanan sekitar 14 km. Pengunjung bisa menumpang angkutan umum yang tersedia di sana.

Terletak di Desa Sulamadaha, Ternate, pantai ini memiliki air yang sangat jernih. Pengunjung akan dengan sangat mudah menyaksikan macam-macam ikan dan terumbu karang yang beberapa di antaranya merupakan spesies langka.

Anda tidak perlu khawatir terseret arus di pantai ini. Lantaran bentuk pantai yang meyerupai huruf U, maka gelombang di pantai ini menjadi sangat tenang. Bahkan, wisatawan bisa berjalan hingga 20 m ke tengah laut karena terdapat gugusan karang yang luas.

Pantai unik yang memiliki pasir hitam halus ini berhadapan langsung dengan Pulau Hiri. Anda bisa menapakkan kaki di pulau tersebut dengan menyewa perahu di sana.

Perasaan tenang dan teduh akan merasuki seketika ketika Anda tiba di Pulau Hiri. Pasalnya, selain belum didatangi banyak wisatawan, Pulau Hiri juga masih ditumbuhi rimbun hijau pepohonan yang benar-benar menyejukkan.

Setelah puas di Sulamadaha dan Hiri, berpindahlah ke Teluk Saomadaha yang terletak di sebelah barat pantai. Dengan jalan yang sedikit menanjak, Anda mungkin akan merasakan sedikit kelelahan. Namun, semua itu akan terbayar lunas begitu tiba di teluk yang memiliki gradasi warna hijau muda ke biru tua ini. Aturlah napas sejenak, tak usah berpikir panjang lagi, segeralah diving atau sekadar snorkeling di sana. Pasalnya, selain airnya yang sangat jernih, Teluk Saomadaha merupakan titik taman laut yang sengaja dirancang untuk wisata bahari.

Selain wisata alam dan bahari, rasanya kurang lengkap jika belum berwisata kuliner. Tenang, Maluku Utara memiliki beragam makanan khas yang memiliki rasa unik, seperti papeda, sayur lilin, sambal kenari, es brenebon, pisang lumpur, ketam kenari, dan ikan garu rica-rica. Ada juga fofoki terong yang dimasak dengan santan.

Makanan-makanan ini tersedia di rumah makan di sekitar pusat kota Ternate, seperti di Restoran Floridas, Rumah Makan Popeda Gamalama, dan Kawasan Tapak/Sewiring.

Pilihl tanggal 9 hingga 10 Desember jika ingin berkunjung ke Pantai Sulamadhana. Pasalnya, di pusat Kota Ternate akan diselenggarkan sebuah festival besar untuk merayakan hari jadi kota Ternate, yakni Festival Kora-Kora.

Festival Kora-kora yang diselenggarakan tiap tahun ini menampilkan beraneka ragam kebudayaan Maluku Utara, mulai dari tari, musik, hingga kuliner. Festival ini juga akan diisi dengan berbagai aktivitas bahari, seperti lomba perahu tradisional kora-kora, lomba memancing, lomba foto bawah laut, lomba mendayung perahu Kora-kora, hingga lomba pawai perahu hias.

Kora-kora sendiri merupakan jenis perahu tradisional. Ukurannya besar dengan tiga tiang yang digerakkan menggunakan dayung dan layar. Perahu ini bisa memuat sekitar 40 hingga 100 orang.

Nama kora-kora diambil dari bahasa Spanyol, yakni Carraca. Konon, pada masa pemerintahan Sultan Babullah sekitar tahun 1570, perahu kora-kora menjadi kendaraan armada perang untuk melawan Portugis dan sekaligus digunakan untuk memperluas wilayah kekuasaan Kesultanan Ternate. Kini, perahu kora-kora digunakan secara simbolis untuk mengenang masa kejayaan Ternate. Festival ini juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat kebaharian kepada generasi muda, khususnya generasi muda masyarakat Ternate.