Goa Gong Pacitan

Jawa Timur gak cuma punya kawasan Bromo aja yang populer hingga ke mancanegara loh travelers. Karena ternyata di Pacitan, sebuah kawasan yang terkenal kering dan tak subur karena demografinya yang dikelilingi dengan pegunungan kapur, menyimpan banyak pesona wisata yang begitu menakjubkan.

Kota Pacitan juga terkenal dengan julukan kota 1001 gua, dan satu yang terkenal disini adalah tempat wisata Goa Gong Pacitan. Pacitan merupakan wilayah di Jawa Timur yang dikelilingi oleh pegunungan kapur, yang menjadikan tanah di daerah ini kering dan tidak subur. Tanah di permukaan Pacitan memang gersang dan memiliki sedikit unsur hara, namun anugerah Yang Maha Kuasa ternyata bukan terletak di atas permukaan, namun di bawah permukaan tanahnya.

Secara administratif, Goa Gong masuk dalam kawasan Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamtan Punung, yang jika dari pusat kota Pacitan berjarak sekitar 37 km. Goa ini berada diantara gunung-gunung berapi non-aktif yang ada di Jawa Timur seperti Gunung Manyar di sisi utara, Gunung Gede di sisi timur, Gunung Karang Pulut di sisi selatan, dan juga Gunung Grugah di sisi barat. Kedalaman Goa Gong mencapai 256 meter dan dibutuhkan waktu 2 jam untuk menelesuri keseluruhan area goa.

Keindahan Gua Gong tak tertandingi oleh gua-gua lain di Pulau Jawa, bahkan ada yang menyebutkan bahwa Gua Gong adalah Gua terindah di Asia Tenggara. Memasuki goa Gong, anda akan disambut formasi stalaktit dan stalakmit yang indah.

Stalaktit dan stalakmit yang dimiliki Goa Gong sendiri telah berusia ratusan tahun. Gong adalah salah satu alat musik tradisional Jawa yang ditabuh dan kerap tampil bersama gamelan. Suara tabuhan yang menyerupai bunyi gong menjadi alasan masyarakat untuk memberikan goa ini nama Goa Gong. Bunyi gong tersebut berasal dari tetesan air dalam goa yang mengenai stalaktit dan stalakmit.

Selain keindahan stalaktit dan stalakmit yang menghiasi ruangan gua, ada juga mata air (sendang) yang menurut penuturan warga sekitar memiliki kekuatan magis menyembuhkan beragam bagi mereka yang mempercayainya. Mata air itu antara lain Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, Sendang Kamulyan dan Sendang Relung Nisto.

Untuk menikmati pemandangan yang ditawarkan Goa Gong pun travelers tak perlu membayar mahal, hanya Rp 5.000/orang. Sejumlah penjaja kuliner dan cindera mata siap menyongsong anda seusai menjelajah goa. Sehingga gak perlu pusing lagi mau cari makan ataupun oleh-oleh dimana.

Karma Beach Bali

Karma Beach Bali, salah satu pantai di Ungasan Bali. Pantai yang tergolong sepi, berlokasi di bagian paling selatan pulau Bali. Salah satu obyek wisata di Bali ini searah dengan taman wisata Garuda Wisnu Kencana atau dikenal dengan nama GWK. Pengunjung yang datang ke pantai Karma Beach Bali, tiap hari tidak terlalu ramai. Karena memang pantai ini sangat ekslusif dan ada biaya masuk untuk dapat ke pantai Karma Beach Bali.

Nammos Beach Club merupakan nama dari pantai ini sebelumnya, restoran di tepi pantai di daerah Ungasan? Inilah tempatnya! Saat ini Nammos Beach Club telah berubah nama menjadi Karma Beach Bali. Perubahan nama ini, agar menyesuaikan dengan tempat Karma Beach di negara lain, seperti Karma Beach Fiji, Karma Beach Gili Meno, dan Karma Beach Bahama.

Pantai tersebut berlokasi di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung Selatan. Jika Anda hendak berkunjung menuju ke sebaiknya Anda mengetahui mengenai seputar informasi harga tiket, rute menuju ke sana, dan juga aktivitas yang dapat dilakukan di tempat tersebut. Dengan membayar tiket masuk Rp 250.000 per orang, anda dapat bebas menikmati keindahan pantai Karma Beach Bali sepanjang hari. Biaya tiket masuk tersebut dapat digunakan untuk membeli makanan dan minuman yang dijual Karma Beach Bali.

Ada banyak keindahan alam yang ditawarkan di Pantai ini, seperti Gradasi Warna Hijau Kebiruan pada Air Lautnya.

1. Berenang

Pantai Karma Kandara ini sangat cocok dikunjungi bahkan bagi orang – orang yang sudah berkeluarga dan memiliki anak – anak. Pengunjung dapat sedikit lega membiarkan anak – anak bermain di laut. Baik untuk sekedar berendam atau berenang, karena Pantai ini memiliki air laut yang dangkal dan ombak yang relatif tenang.

Di Pantai ini lebih utama dijadikan tempat berenang daripada surfing, karena ombak yang terlalu tenang. Namun jika ada pengunjung yang sedang belajar berselancar atau masih pemula dapat saja menggunakan ombak di Pantai ini untuk berselancar.

Tak hanya itu pengunjung juga dapat merasakan enaknya berenang di air laut Pantai ini, karena airnya sangat jernih dan bersih. Pantai ini masih sedikit jarang dikunjungi oleh turis, sehingga kebersihan masih sangat terjaga.

2. Snorkeling

Selain itu, pada Pantai ini juga menawarkan berbagai macam fasilitas seperti snorkeling. Hanya saja pengunjung diharuskan untuk membawa peralatan snorkeling sendiri, karena tidak tersedia tempat penyewaan di tempat ini.

Jika Anda melakukan snorkeling di tempat ini, Anda akan dapat melihat berbagai macam terumbu karang dan ikan yang indah dan banyak variasinya. Dengan kata lain, Anda dapat memanjakan mata dengan keindahan alam bawah laut yang ada di Pantai ini.

Mendapatkan suasana yang tenang dengan pemandangan yang indah memang harus butuh perjuangan…selamat menikmati liburan anda di pantai indah ini.

Pantai Pandawa

Pantai Pandawa adalah salah satu kawasan wisata di area Kuta selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pantai ini terletak di balik perbukitan dan sering disebut sebagai Pantai Rahasia (Secret Beach). Di sekitar pantai ini terdapat dua tebing yang sangat besar yang pada salah satu sisinya dipahat lima patung Pandawa[1] dan Kunti. Keenam patung tersebut secarara berurutan (dari posisi tertinggi) diberi penejasan nama Dewi Kunti, Dharma Wangsa, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

Pantai Pandawa, salah satu pantai pasir putih terkenal di Bali yang wajib dikunjungi. Pantai Pandawa terletak di Desa Kutuh, Kabupaten Badung dan lebih terkenal dikalangan wisatawan mancanegara khususnya Australia dengan nama secret beach. Sedangkan masyarakat lokal lebih mengenal dengan nama pantai Kutuh.

Selain untuk tujuan wisata dan olahraga air, pantai ini juga dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut karena kontur pantai yang landai dan ombak yang tidak sampai ke garis pantai. Cukup banyak wisatawan yang melakukan paralayang dari Bukit Timbis hingga ke Pantai Pandawa. Kawasan pantai ini juga sering digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar untuk sinetron FTV.

Dari airport Ngurah Rai, akan menempuh waktu perjalanan 1 jam dengan jarak 18 kilometer. Walaupun jarak hanya 18 kilometer, waktu yang diperlukan untuk mencapai lokasi adalah satu jam. Karena jalan menuju pantai di desa Kutuh, berliku-liku dan anda memasuki daerah kemacetan, terutama di depan tempat wisata GWK Jimbaran.

Rentang dari pantai ini adalah sekitar 1 kilometer, dengan dibatasi oleh tebing kapur membuat pantai ini sangat diminati oleh wisatawan domestik. Jalan menuju pantai sudah di aspal, tempat parkir juga tersedia luas.

Jika anda berkunjung ke pantai ini, bersama keluarga dan anak-anak. Tidak usah membawa bekal makanan dan minuman sendiri. Di pantai ini, banyak warung makan yang menjual nasi goreng, mie goreng, hidangan laut bakar dan beberapa jenis makanan barat.

Jika anda ingin berjemur di pantai ini, warung makanan disini menyediakan kursi berjemur berserta payung yang dapat anda sewa.

Hampir semua tempat wisata di Bali akan di kenakan biaya tiket masuk. Harga tiket masuk pantai Pandawa (domestik) sebagai berikut.

Domestik – Rp 8.000 / orang.
Parkir mobil, Rp 5.000 / 1 mobil.
Parkir motor, Rp 2.000 / 1 motor.

Pantai Nihiwatu

Wilayah Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata menyimpan Pantai yang masuk kedalam 100 pantai terbaik di dunia, pantai ini bernama Pantai Nihiwatu.

Pantai Nihiwatu yang berada di wilayah Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini merupakan salah satu tujuan para surfer atau peselancar kelas dunia untuk mencoba keganasan ombak pantai tersebut. Bahkan para peselancar menjuluki pantai ini dengan sebutan God’s Left. Berada 30 kilometer dari kota Waikabubak-Sumba Barat, NTT. Untuk menggapai surga ini, kamu membutuhkan waktu tempuh cukup panjang. Akan tetapi semua itu sepadan dengan air lautnya yang jernih, pasir pantainya yang bersih, dan suasana matahari terbenam yang menakjubkan.

Keindahan pantai ini padahal telah menarik perhatian internasional dan membawanya sebagai salah satu pantai terbaik dunia. Dua pantai lain di Indonesia, yaitu Pantai Derawan di Kalimantan Timur dan Pantai Canggu di Bali juga masuk dalam daftar 100 pantai terbaik dunia. Namun, hanya Pantai Nihiwatu yang berhasil tembus di peringkat 17. Hebohnya lagi, dalam daftar CNN tersebut, Pantai Nihiwatu berhasil melangkahi keindahan Pantai Hanalei Bay di Hawaii yang berada di peringkat 27.

Pantai Nihiwatu saat ini dikelola oleh sebuah resort internasional yang bernama Resort Nihiwatu. Tidak semua orang dapat bebas memasuki lokasi pantai ini, karena penjagaan yang sangat ketat. Hanya tamu Resort Nihiwatu saja yang diperbolehkan memasukinya. Jika anda ingin menikmati keindahan Pantai Nihiwatu, tentunya anda perlu memesan kamar untuk menginap di Resort Nihiwatu terlebih dahulu.

Bangunan resort ini terdari dari villa-villa yang menghadap ke laut. Beberapa bungalow yang ada terdiri dari 3 kamar tidur berukuran besar yang dibangun di atas bukit dan dilengkapi dengan kolam renang pribadi yang langsung menghadap ke Samudera Hindia. Begitu pula dengan restorannya yang sengaja dibangun menghadap ke arah pantai dengan model bangunan terbuka.

Untuk berkunjung ke Pantai Nihiwatu, apabila anda berangkat dari Pulau Bali tepatnya dari Bandara Ngurah Rai yang berada di Denpasar gunakan pesawat dengan tujuan ke Bandara Tambolaka. Dari Bandara Tambolaka anda bisa menyewa mobil untuk mengantarkan anda ke Pantai Nihiwatu.

Air Terjun Tanggedu

Air Terjun Tanggedu adalah sebuah air terjun yang terletak di Desa Tanggedu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Air terjun ini dikenal sebagai “Grand Canyon” dari Sumba Timur. Air terjun ini merupakan salah satu objek wisata alam yang berjarak sekitar 46 kilometer di sebelah utara Kota Waingapu.

Air terjun ini bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat yang melintasi Desa Mondu dan Kampung Adat Prainatang. Air Terjun Tanggedu memiliki ciri khas berupa relief bebatuannya yang unik.

Di Sumba Timur, Air Terjun Tanggedu adalah salah satu air terjun kebanggaan warga yang enggak boleh kamu lewatkan. Air Terjun ini terletak di Desa Tanggedu, Kecamatan Haharu, berjarak 45 km dari pusat kota Wangaipu, Sumba Timur.

Kecantikan wilayah Air Terjun Tanggedu ini terletak pada tebing-tebing batu yang mengapit aliran air jernih yang berkelok-kelok. Relief-relief tebing yang alami dan unik bisa menjadi latar yang kece saat kamu mengambil foto dari bawah tebing. Belum lagi aliran airnya yang jernih berwana biru kehijauan akan menjadi tambahan spot-spot foto di kawasan air terjun ini.

Berbeda dengan air terjun kebanyakan, Tanggedu mengalir dari ketinggian rendah. Hanya sekitar 8 meter. Namun, kucurannya cukup deras. Kecantikannya tentu kerap menjadi spot foto yang ciamik bagi wisatawan.

Air Terjun Tanggedu mengalir turun ke kolam alami yang seakan mengundang traveler untuk berenang di sana. Karena air terjun ini tak terlalu tinggi, kamu bisa melompat dari atasnya. Apakah kamu berani?. Jangan lupa untuk membawa baju ganti karena tentunya kamu tidak tahan untuk bermain air di Air Terjun Tanggedu. Karena spot ini masih alami, belum ada warung makanan untuk tempat beristirahat. Pastikan kamu membawa bekal makan dan minum yang cukup.

Akses jalanan menuju Air Terjun Tanggedu memang belum begitu baik dan mulus. Kendaraan yang kamu bawa harus diparkirkan di rumah warga Desa Tanggedu. Perjalanan sepanjang 2,5 km pun dilanjutkan dengan berjalan kaki melalui Mondu dan Kampung Adat Painatang. Meski harus berjalan lumayan jauh, lelahmu akan terbayar dengan keindahan dan keseruan objek wisata Air Terjun Tanggedu ini. Untuk masuk ke dalam, kamu juga cukup membayar tiket seharga Rp 2 ribu.

Waikelo Sawah

Bumi Sumba memiliki iklim yang unik yakni musim kemaraunya yang lebih panjang, sekitar 9 bulan lamanya sedangkan musim penghujannya hanya terjadi sekitar 3 bulan. Hal tersebutlah yang menjadikan tanah Sumba cenderung tandus, kering dan bahkan di beberapa titik juga kesulitan air. Namun untungnya, di Sumba banyak terdapat sumber mata air tawar dan salah satunya yang tak pernah kering meskipun musim kemarau sekalipun adalah Waikelo Sawah.

Waikelo Sawah sebenarnya bukanlah tempat wisata. Ini merupakan bendungan yang dibangun pada tahun 1976 yang diperuntukkan untuk irigasi warga dan juga pembangkit listrik desa dan sekitarnya. Bendungan ini berlokasi di Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Namun, kini malah menjadi tempat wisata karena keindahan yang tercipta dari waktu ke waktu.

Waikelo Sawah ini sekilas berbentuk mirip dengan gua alami selebar 4m dengan ketinggian sekitar 3m, yang dimulut guanya membentuk sebuah kolam dengan air yang sangat jernih. Kolam airnya sekilas terlihat tenang, namun pengunjung tidak diperbolehkan berenang dikarenakan terdapatnya arus besar di dalam kolam tersebut. Konon katanya kolam tersebut pernah memakan korban. Selain itu, debit air yang mengalir dari bendungan Waikelo Sawah ini cukuplah deras yaitu diperkirakan mencapai 1000 liter/ detiknya (berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumba Barat Daya). Berlimpahnya aliran air di Waikelo Sawah ternyata sangat berguna bagi penduduk desa setempat.

Apabila Anda memulai perjalanan menjelajahi Sumba dari arah Bandara Tambolaka ke arah pusat Kota Waikabubak, sebenarnya akan melewati Waikelo Sawah. Dengan jarak sekitar 12 km dari Tambolaka, ibukota Kabupaten Sumba Barat Daya, perjalanan menuju lokasi dapat ditempuh dalam waktu sekitar 40 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor. Kondisi jalan menuju lokasi juga sudah beraspal halus, namun ada beberapa titik di dekat lokasi yang masih berkerikil. Belum terdapat transportasi umum ke lokasi, sehingga pengunjung yang hendak mengunjungi Waikelo Sawah dapat mengunakan jasa ojek dari Tambolaka atau menyewa kendaraan dari kota. Begitu pula halnya dengan fasilitas umum lainnya. Tak ada warung makan dan toilet yang memadai, pengunjung dapat membeli bekal makanan dan minuman ringan terlebih dahulu di Tambolaka.

Bagi kalian yang tertarik mengunjungi Waikelo Sawah, sebaiknya datang pada bulan Februari, Maret ataupun November karena pada bulan-bulan tersebut, akan diselenggarakan tradisi rutin masyarakat Sumba yaitu tradisi Pasola dan Wula Podu

Pantai Santai

Pantai Santai memang belum dikenal banyak orang tetapi memiliki keindahan yang luar biasa. Letaknya berada di Desa Latuhalat, Nusa Niwe, Ambon, berjarak sekitar 17 km dari pusat Kota Ambon. Pantai ini dapat ditempuh dengan mobil dan memakan waktu sekitar 30 menit.

Sesuai dengan namanya, pantai ini merupakan tempat bersantai Anda yang sempurna. Panta Santai di Ambon, Maluku, akan memberikan kepuasaan yang tiada dua. Pasirnya yang putih dan lautnya yang memesona akan memanjakan Anda

Kalau dibandingkan dengan pantai pantai lain yang ada di Ambon, ukuran Santai Beach memang lebih kecil dari lainnya. Tapi kalo dilihat dari keindahannya Santai Beach tidaklah kalah dengan pantai pantai lain yang ada di Ambon seperti pantai Natsepa dan Pantai Liang.

Bagaimana untuk bisa mencapai pantai ini? Kita dapat mengunakan minibus/angkot dari kota lebih tepatnya dari terminal Mardika di kota Ambon. Angkot jurusan Latuhalat biasanya berwarna hijau tua dan diatasnya ada tulisan Latuhalat. Kita cukup membayar sekitar 3000 rupiah saja untuk mencapai ke pantai ini. Perjalanan menuju pantai ini sekitar 20-30 menit.

Santai Beach memiliki pasir pantai yang putih dan air laut yang jernih. Santai Beach mempunyai tembok di sebelah samping kanannya. Saya juga ga tahu kalo tu tembok di buat untuk apa. Tapi yang pasti tembok itu memisahkan pasir putih Santai Beach dengan karang yang berhadapan dengan lautan luas. Dipantai ini juga tersedia beberapa tempat yang dibuat khusus oleh pengelola untuk para pengunjung bersantai dan ada juga beberapa penginapan di sekitar pantai.

Fasilitas di tempat ini juga sangat menunjang. Seperti kamar mandi, Tempat bermain, Penginapan, Tempat Santai. Dan bagi anda yang kuliner, anda juga dapat menikmati jajanan yg ada sepeti Pisang Goreng, Sukun Goreng dan Rujak

Hanya satu kata yang akan terlintas di pikiran Anda saat melihat pantainya, yaitu santai! Pantai ini memiliki pasir putih yang menawan dan landai. Air lautnya pun biru dan jernih, semakin membuat teduh pandangan dan juga meregangkan pikiran Anda.

Sekitar 100 meter dari bibir pantai, airnya masih terlihat jernih dan dangkal. Warna air lautnya yang biru jernih akan sangat menggoda Anda. Bebatuan karang di pinggir-pinggir pantai, tentu menambah pesona tersendiri bagi para pecinta fotografi.

Masih kurang puas? Keindahan bawah laut Pantai Santai pun tak kalah cantik. Pantai ini juga cocok bagi para pecinta snorkeling dan diving. Cukup membayar sekitar Rp 300.000 di beberapa tempat penyewaan alat selam di pinggir pantai, Anda dapat menikmati kekayaan bawah lautnya.

Terumbu karang yang cantik, ikan laut yang berwana-warni dan bintang laut akan menyapa Anda. Dengan didampingi seorang pendamping dan keamanan yang terjamin, Anda dapat mencumbu setiap jengkal keindahan bawah lautnya.

Pantai Namalatu

Namalatu terletak di desa Latuhalat, kota Ambon, Provinsi Maluku. Daerah Latuhalat sendiri terkenal akan wisata pantainya. Kata Namalatu berasal dari kata Nama dan Latu. Dalam bahasa daerah setempat, Latu berarti Raja. Memang tidak seluas Pantai Liang, namun pantai ini tidak kalah menawan. Alih-alih pasir putih, Pantai Namalatu justru penuh pecahan batu karang yang berukuran sangat kecil dan berwarna putih bersih. Gradasi warna air lautnya terbilang unik, dari putih transparan, hijau muda, hingga biru. Ombak di pantai ini terbilang lebih ramah dibandingkan Pantai Liang. Pada musim ombak, Anda masih mungkin bermain air dan berenang melepas penat.

Diantara pantai lainnya, Namalatu Beach mempunyai keunikan tersendiri. Tidak seperti pantai pantai yang berpasir putih yang lain, namalatu Beach lebih berkarang daerah pantainya. Hanya ada 20 meter bibir pantai yang berpasir.Pantai ini sangat cocok untuk kegiatan snorkeling. Masyarakat sekitar juga sering menyelam di pantai ini untuk menangkap ikan memakai panah yang sudah dimodifikasi seperti senjata (molo; bahasa setempat)

Pantai Namalatu terletak di Desa Latulahat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Indonesia. Berjarak sekitar 15 km dari pusat Kota Ambon, Pantai Namalatu bisa diakses dengan angkutan umum dengan biaya Rp. 5.000. Sayangnya, angkutan yang tersedia tidak beroperasi setiap saat, karena hanya beroperasi sampai pukul 17.00. Solusinya, kita bisa menyewa ojek motor, meskipun biaya yang dikeluarkan lebih besar, sekitar Rp. 80.000 untuk sekali jalan. Untuk masuk ke dalam pantai pengunjung cukup membayar sekitar 3000 rupiah per orang, 5000 rupiah untuk sepeda motor dan 10.000 rupiah untuk mobil. Pengunjung juga dapat menyantap rujak yang dijajakan di sana dan jika ingin yang segar segar bisa langsung bilang ke penjaga pantai untuk mengambil kelapa muda yang ada di pesisir pantai.

Kawasan tenang dan nyaman ditambah dengan jajaran pohon kelapa di sekitar laut, akan membuat Anda betah bertahan di sana sepanjang hari. Tak hanya itu, di Pantai Namalatu ada tebing berupa batu karang memanjang, seakan mengelilingi pantai ini. Untuk masalah tempat tinggal, Anda tak perlu khawatir. Di sekitar Pantai Namalatu sudah banyak home stay yang bisa Anda sewa dengan harga terjangkau.

Pantai Namalatu sangat cocok untuk dikembangkan sebagai lokasi penyelam. Kondisi laut dan panorama bawah lautnya sangat mendukung untuk menjadi lokasi penyelam, apalagi di tunjang dengan batu karang yang memanjang seperti papan yang menutupi pinggir pantai.

Selain itu, kondisi ombak yang tergolong besar di pantai itu, sangat cocok untuk olahraga berselancar. Di samping daerah kawasan pantai juga dipenuhi dengan taman laut yang indah sehingga sangat disukai oleh wisatawan. Yang lebih menarik, selain terumbu karang yang masih lestari dan topografi datar dari perairan bawah laut, di sekitar tempat itu, ada hewan laut yang dapat ditemui di sana sangat beragam dan unik.

Pantai Natsepa

Keindahan pantai yang satu ini sudah teruji selama puluhan tahun. Pantai Natsepa adalah salah satu obyek wisata di Ambon yang cukup melegenda. Selama bertahun-tahun pantai ini seudah menjadi tempat untuk berwisata baik bagi penduduk lokal maupun para wisatawan dalam negeri dan mancanegara. Bahkan, nama Natsepa sudah terkenal hingga penjuru Eropa terutama di telinga masyarakat Maluku yang menjadi warga Negara Belanda. Bagi mereka, Pantai Natsepa seperti sebuah simbol atas kerinduan mereka pada tanah leluhur mereka di Bumi Pertiwi.

Pantai Natsepa

Di sini anda bebas bermain air atau sekedar berkeliling di pesisir pantai. Di sini juga disediakan perahu untuk berkeliling dengan biaya sekitar Rp 20.000 untuk 1 jam. Di pantai Natsepa juga terdapat kedai untuk menikmati keindahannya bersama keluarga, tidak jauh dari pantai sekitar 700 m anda bisa menjumpai pasar yang menjual berbagai macam ikan segar yang langsung dibawa oleh para nelayan, jika anda beruntung datang pada saat cuaca cerah maka anda dapat membeli ikan dengan harga sangat murah karena harga ikan disana tergantung dengan cuaca.

Harga tiket masuk yang sangat murah yaitu Rp 1.000/orang dan Rp 2.500 untuk sekali parkir. Untuk menuju ke pantai Natsepa ini cukup mudah. Anda bisa menggunakan transportasi umum (Rp. 5000) dari Terminal Besar di Ambon menuju Suli (sekitar 30 menit). Akan lebih mudah dan lebih cepat jika anda menggunakan kendaraan pribadi (mobil atau sepeda motor) karena pantai Natsepa dekat dengan pusat Ambon, sekitar 18 km.

Pantai Natsepa

Pantai Natsepa yang legendaris ini memang menyimpan pesona yang luar biasa. Walaupun banyak bermunculan tempat wisata pantai yang baru di sepanjang pesisir Pulau Ambon, namun Pantai Natsepa selalu mendapat tempat khusus terutama bagi masyarakat Pulau Ambon. Kehidupan di Ambon seperti tidak dapat dipisahkan dari keberadaan pantai ini. Bahkan, banyak yang mengatakan jika seseorang belum bisa dikatakan datang ke Ambon bila belum menginjakkan kaki di Pantai Natsepa.

Selain keindahannya, pantai ini juga terkenal dengan satu jenis makanan yang juga melegenda. Makanan itu adalah Rujak buah khas Natsepa. Pada dasarnya, rujak ini sama seperti rujak umum yang dapat kita nikmati dimana saja, tetapi perbedaan istimewanya terletak pada sambal kacang yang melengkapi buah-buahan tersebut. Rujak buah Natsepa adalah makanan primadona yang selalu dicari oleh siapapun yang berkunjung ke Pantai Natsepa.

Wilayah berpasir di Pantai Natsepa adalah salah satu yang terluas di sepanjang pesisir Pulau Ambon. Hamparan pasirnya memang tidak sepanjang Pantai Liang, namun luas area Pantai Natsepa lebih banyak memberikan ruang bagi para wisatawan untuk melakukan berbagai aktifitas. Biasanya pada saat air laut surut, bagian berpasir dari Pantai Natsepa menjadi sangat luas hingga para wisatawan bisa bermain bola, bersantai, maupun bermain pasir pada satu tempat di waktu yang bersamaan.

PANTAI KARTINI

WISATA PANTAI KARTINI

Siapa yang tidak mengenal sosok R.A. Kartini dan Kota Jepara? Beliau ialah seorang pejuang emansipasi wanita Indonesia. Berkat perjuangannya, saat ini kaum wanita Indonesia memiliki kesetaraan derajat dengan kaum pria. Jepara adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, tempat Raden Ajeng Kartini dilahirkan. Maka, karena jasanya namanya dikenang menjadi nama Pantai di Tanah kelahirannya tersebut.

Pantai Kartini menjadi salah satu kebanggaan pariwisata masyarakat Jepara. Tidak hanya sebagai wisata alam, Pantai ini juga dilengkapi berbagai Wahana seru untuk edukasi dan rekreasi anak serta tempat piknik yang ramah bagi keluarga. Di Pantai ini setiap tahunnya digunakan untuk Agenda Budaya Tradisional “Lomban”, yang pada akhirnya menjadi daya tarik tersendiri untuk mengundang wisatawan.

Berkunjung ke Pantai Kartini dikenai biaya retribusi sebesar Rp 5.000,00 – Rp 7.500,00 per orangnya. Selain itu, untuk wisatawan berkendaraan akan dikenaka biaya tambahan sebagai retribusi parkir. Besar biaya yang dikenakan bervariasi, tergantung kendaraan apa yang digunakan, yaitu berkisar Rp2.000,00 – Rp 12.500,00. Biaya tersebut tergolong murah, mengingat banyak hal yang ditawarkan oleh Pantai ini.

Pantai Kartini berlokasi strategis di Desa Bulu, yaitu sekitar dua setengah kilometer dari Kantor Pemerintahan Bupati Jepara. Medan perjalanan untuk mencapai Pantai ini sudah sangat bagus dan bisa dilewati oleh berbagai kendaraan. Jadi bagi Anda, yang berada di luar kota dan hendak membawa sanak famili berwisata ke Pantai Kartini tidak perlu khawatir dalam berkendara.

Jika Anda ingin menuju ke Pantai Kartini dengan transportasi umum, dari Kota Semarang (Terminal Terboyo) Anda bisa menggunakan bus dan berhenti di Terminal Jepara. Dari terminal, jika bersedia Anda bisa berjalan kaki sekitar lima belas menit untuk mencapai lokasi Pantai tersebut. Apabila tidak, silakan menaiki becak. Dengan senang hati mereka akan mengantar Anda selamat sampai tujuan.

Jika Anda jauh dari luar kota, misalnya Palembang. Anda dapat menaiki pesawat terbang dan mendarat di Bandar Udara Ahmad Yani. Jika dari Jakarta dan hendak menggunakan kereta api, silakan berhenti di Stasiun Tawang. Kemudian perjalanan dapat ditempuh kembali dengan taksi atau travel yang menyediakan perjalanan Semarang – Jepara.

Apabila Anda menggunakan motor atau mobil pribadi, jalur yang bisa ditempuh adalah rute Semarang – Demak – Jepara. Jika Anda melewati rute ini, Anda sudah akan dipandu oleh papan penunjuk jalan, sehingga Anda tidak perlu bingung lagi. Nantinya setelah sampai di Kota Jepara, ambillah jalan ke arah barat sekitar 3 kilometer dan Anda akan tiba di depan Pintu Gerbang kawasan wisata Pantai Kartini.

Sedikit berbeda dengan Pantai kebanyakan, Pantai Kartini menyuguhkan beragam wahana pelengkap objek wisata. Anda tidak akan menyesal telah membawa keluarga Anda untuk bersuka ria di tempat ini. Beberapa objek wisata tersebut diantaranya adalah:

1. Kura-Kura Ocean
2. Bersantai di Gazebo Pantai Kartini
3. Pemandian
4. Pulau Panjang
5. Wahana Hiburan dan Pendidikan